Jaga Stabilitas Ekonomi Pangan, Wabup Konawe Perkuat Lima Sektor OPD

Jaga Stabilitas Ekonomi Pangan, Wabup Konawe Perkuat Lima Sektor OPD
Jaga Stabilitas Ekonomi Pangan, Wabup Konawe Perkuat Lima Sektor OPD

Unaaha, Koransultra.com – Menjaga stabilatas ekonomi pangan masyarakat kedepan apalagi saat pandemi covid 19 ini Pemerintah kabupaten (Pemkab) konawe Sulawesi Tenggara (Sultra) perkuat lima sektor Organisasi Pimpinan Daerah (OPD) dalam menjaga ekonomi pangan masyarakat. Kelima sektor itu, Dinas Pertanian Holtikultura dan Ketahanan Pangan, Ketahanan Pangan (Ketapang), Perikanan, Perindustrian dan Perdagangan, Perikanan, dan Peternakan dan Kesehatan Hewan (Keswan).

Pentingnya menjaga stabilitas ekonomi pangan, kelima sektor tersebut diharapkan dapat mendorong dan menciptakan bersama stabilitas ekonomi pangan di Kabupaten Konawe sehingga tidak terjadi lonjakan apalagi kelangkaan pangan.

Seperti yang disampaikan Wakil bupati Konawe, Gusli Topan Sabara dalam sambutan sangat berharap kelima OPD tersebut mampu bekerja sama dan menjadi satu team kerja dalam menjaga stabitas ekonomi pangan masyarakat konawe dengan gencar memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat sesuai bidang masing-masing OPD tersebut.

Selain itu kata dia, pentingnya menjaga pangan merupakan kebutuhan yang paling utama, setelah itu baru di pikirkan sehat, pintar dan kuat.

“Epicentrumnya manusia berada di perut (kenyang), setelah sehat baru di pikirkan pendidikan. biar kita sehat, pintar dan kuat, tapi kalau kita lapar, semua itu akan hilang. Bahkan rasional kita juga hilang,”ujarnya saat penyerahan lahan percontohan pangan pada kelompok tani Nunulai di kelurahan Konawe Kecamatan Wawotobi, Kamis 27 Agustus 2020.

Dikatakan dengan terpenuhinya sandang pangan tersebut masyarakat mampu lebih meningkatkan spritual yang lebih khusyu lagi mengingat dengan terpenuhinya hal tersebut maka secara langsung akan terpenuhi pula kesehatan, kapasitas intelektual, serta kapasitas spiritualnya.

Jadi dengan adanya kebun percontohan (demplot) yang telah di gagas oleh dinas ketahanan pangan (Ketapang) walaupun belum optimal. Namun Gusli Topan Sabara selaku wakil Bupati Konawe optimis pada tahun 2021 kelima sektor tersebut bisa menjadi team terpadu dan menjadi team work Pemkab Konawe dalam menjaga stabilitas ekonomi pangan masyarakat.

Wakil Bupati berpesan pada kelima OPD Sebagai Ulil amrih,berdua Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa untuk menjaga warga dari kemiskinan, kekafiran yang sudah mendekati kekufuran.

“Tugas kami menjaga agar masyarakat kita jangan kufur, caranya dengan menjaga ekonomi pangan kita,”katanya

Gusli yang juga Ketua DPD PAN juga itu mengucapkan banyak berterima kasih pada kepala dinas Ketapang Muh. Akbar yang sudah mampu menerjemahkan dan berinovatif atas ide dan gagasan pimpinan daerah.

“Seandainya ada 5 saja kadis kadis kayak begini, saya bisa pastikan berdua dengan pak Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa bisa tenang, kita hanya berikan konsep sedikit sudah bisa inovatif dalam menjaga ekonomi pangan masyarakat,”ucapnya

Menurutnya, ide dan gagasan pimpinan daerah sudah tertuang dalam rencana starategi kerja (Renstra) dan RPMJD tinggal bagaimana sektoral (pimpinan OPD) menerjemahkan.

“Jadi kalau sering – sering baca Renstra, pasti sudah paham semua, dinas dinas itu akan kerja secara outomaticly, tidak ada lagi yang bertanya, bagaimana ini pak, apa lagi yang harus kami kerjakan,”tambahnya.

Gusli berharap dengan masa jabatannya yang sisa tiga tahun, mampu menerjemahkan apa yang menjadi keinginan pimpinan daerah, sehingga tidak perlu lagi harus diarahkan, tapi pimpinan OPD sudah tau apa yang harus di kerjakan dalam mendukung ide dan pikiran Bupati dan wakil bupati.

Dirinya mengatakan dalam membangun Konawe tidak bisa di lakukan secara parsial namun harus di dukung oleh OPD sehingga bisa terbentuk team work dalam mendukung program visi misi KSK – GTS.

“Semua harus terpadu, jadi kalau terpadu muaranya pada kita,”jelasnya.

Sementara itu, kadis ketahan pangan (Ketapang) Muh Akbar menyampaikan untuk kebun percontohan di kabupaten Konawe terdapat 24 titik, dan tempat yang sangat strategis berada di wilayah kelurahan Konawe dan di jadikan percontohan, karena tempatnya yang sangat strategis dan mudah di jangkau.

Dikatakan luas areal kebun percontohan kelompok tani Nunulai terdiri dari 1 Hekto Are yang beranggotakan 10 orang dan menggarap berbagai macam hasil pangan, seperti Sagu, Ikan air tawar jenis nila nirwana dan ikan mas serta sayur mayur berbagai jenis.

“Untuk kelurahan Konawe saat ini kami lakukan pembinaan terhadap kelompok tani Nunulai yang di nakhodai Sultan,”pungkasnya.

Kontributor : Nasruddin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *