Perkembangan dalam bidang teknologi digital telah mengubah cara seseorang berpikir, berkomunikasi, dan menjalani aktivitas sehari-sehari. Dengan adanya media sosial, informasi dapat menyebar dengan sangat cepat tanpa batasan waktu dan tempat. Hampir semua kegiatan manusia saat ini terhubung dengan teknologi, seperti belajar, bekerja, berbelanja, dan bersosialisasi. Namun, di balik kenyamanan yang di tawarkan, era digital ini juga menimbulkan banyak isu moral. Fenomena penyebaran berita palsu, ujaran kebencian, cyberbullying, hingga menurunnya etika komunikasi, yang menunjukkan bahwa kemajuan teknologi tidak selalu sebanding dengan perkembangan karakter. Dalam konteks ini, ajaran islam sebenarnya memegang peranan penting sebagai pedoman hidup yang relevan untuk mengatasi tantangan di zaman modern.
Sangat disayangkan, bahwa beberapa orang sering memandang agama hanya terbatas pada aktivitas ibadah. Dalam pandangan mereka, islam hanya sebatas pada salat, puasa, dan aktivitas keagamaan lainnya. Namun, sebenarnya islam adalah ajaran yang menyeluruh karena mencakup semua aspek kehidupan manusia, termasuk cara seseorang memanfaatkan teknologi dan berinteraksi di dunia maya. Islam tidak melawan perubahan zaman, tetapi memberi arahan tentang bagaimana manusia dapat terus memelihara nilai-nilai moral dalam era kemajuan modern.
Menurut pandangan saya, salah satu tantangan utama dalam era digital sekarang adalah hilangnya nilai-nilai etika dalam berkomunikasi. Banyak pengguna platform media sosial merasa bisa mengungkapkan apapun tanpa memikirkan konsekuensinya bagi orang lain. Sering kali, kolom komentar dipenuhi dengan cacian, fitnah, bahkan ujaran kebencian hanya karena adanya perbedaan pendapat. Yang lebih mengherankan, hal seperti ini sering kali dipandang sebagai sesuatu yang wajar. Sementara itu, islam sangat menekankan pentingnya menjaga perkataan dan menghargai sesama manusia. Dalam konsep islam, ucapan yang baik menjadi bagian penting dari etika seorang muslim.
Media sosial sejatinya dapat menjadi sarana yang sangat berguna jika dimanfaatkan dengan bijak dan tepat. Teknologi dapat membantu penyebaran ilmu pengetahuan, memperluas aktivitas dakwah, dan memperkuat interaksi sosial. Saat ini, seseorang bisa mempelajari ilmu agama melalui video, podcast, atau kajian secara online yang tersedia kapan saja. Hal ini menunjukkan bahwa islam mampu berjalan berdampingan dengan perkembangan teknologi. Namun, inti permasalahannya bukan pada teknologinya, melainkan padacara manusia mengaplikasikan teknologi tersebut.
Fenomena penyebaran informasi yang tidak benar atau hoaks juga menjadi masalah besar di zaman digital. Banyak individu dengan mudahnya membagikan informasi tanpa terlebih dahulu mencari faktanya. Hal ini, mengakibatkan munculnya kesalahpahaman dan konflik ditengah masyarakat.Dalam pandangan saya, situasi ini mencerminkan bahwa sebagian orang lebih memilih kecepatan daripada keakuratan. Sementara itu, islam menekankan pentingnya tabayyun, yaitu proses memeriksa dan memastikan keakuratan suatu informasi sebelum menyebarkannya. Seandainya prinsip ini diterapkan dalam penggunaan platform media sosial, penyebaran hoaks bisa diminimalisir.
Karakteristik islam yang universal sebenarnya sangat relevan dengann kehidupan modern. Islam menekankan pentingnya kejujuran, keadilan, tanggung jawab, dan toleransi yang sangat diperlukan dalam masyarakat. Sayangnya, nilai-nilai ini sering kali terabaikan oleh budaya digital yang lebih negedepankan ketenaran dan sensasi. Banyak individu yang bersedia menciptakan konten yang tidak berguna hanya demi menarik perhatian dan memperoleh banyak pengikut. Bahkan, sejumlah orang menyebarluaskan kebencian guna meningkatkan daya tarik. Fenomena ini menunjukkan bawa perkembangan teknologi terkadang membuat manusia kehilangan arah dan nilai moral.
Selain itu, generasi muda merupakan kelompok yang paling mudah terpengaruh oleh dampak negatif di era digital. Anak muda zaman sekarang hidup di tengah aliran informasi yang sangat banyak. Mereka bisa menemukan berbagai jenis konten dengan mudah, termasuk yang positif maupun yang negatif. Jika seseorang tidak memiliki pemahaman agama yang baik, mereka bisa dengan mudah terpengaruh oleh budaya dari luar yang mungkin tidak sesuai dengan nilai-nilai islam. Oleh karena itu, pendidikan agama tidak hanya sebatas teori, tetapi harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk pada penggunaan media sosial dan teknologi digital.
Menurut saya, tantangan terbesar bagi umat islam sekarang bukanlah perkembangan teknologi, tetapi bagaimana tetap menjaga nilai-nilai agama di tengah perubahan zaman yang sangat cepat. Banyak orang merasa bahwa modernisasi berarti menjauh dari nilai-nilai spiritual dan moral. Padahal, islam tidak pernah melarang umatnya untuk mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Islam justru mendorong manusia agar berpikir lebih maju, mencari ilmu pengetahuan, dan menggunakan teknologi demi kemajuan bersama. Artinya, menjadi modern tidak berati harus hilang identitas sebagai orang beragama islam.
Islam juga menganut prinsip keseimbangan antara hidup di dunia dan kehidupan di akhirat. Di zaman sekarang, banyak orang terlalu sibuk mencari ketenaran, harta benda, dan pujian di media sosial hingga lupa pada kehidupan sehari-hari yang sebenarnya. Banyak orang lebih memikirkan citra digital mereka daripada hubungan sosial yang mereka bangun secara langsung. Akibatnya timbul sikap individualis, kecanduanmenggunakan media sosial, bahkan gangguan kesehatan mental. Menurut saya, situasi ini mengingatkan kita bahwa manusia perlu menjaga keseimbangan dalam hidup. Teknologi seharusnya memudahkan hidup manusia, bukan justru mengendalikan manusia.
Di sisi lain, islam mengajarkan toleransi dan penghormatan terhadap perbedaan. Dalam masyarakat modern yang multikultural, sikap toleran sangat penting untuk menjaga keharmonisan sosial. Media sosial seharusnya menjadi ruang untuk saling menghargai dan bertukar pemikiran secara sehat. Namun kenyataannya, media digital sering digunakan untuk memperbesar konflik antar kelompok dan agama. Padahal, islam mengajarkan bahwa perbedaan merupakan bagian dari kehidupan manusia yang harus disikapi dengan bijak dan penuh rasa hormat.
Dengan demikian, saya percaya bahwa islam masih relevan di zaman digital karena ajarannya memiliki nilai-nilai universal yang penting bagi masyarakat modern. Teknologi terus berkembang dan tidak bisa dihentikan, tetapi manusia tetap butuh pedoman moral agar tidak tersesat dalam hidupnya. Prinsip seperti jujur, sopan, bertanggung jawab, toleran, dan menjaga keseimbangan hidup dalam islam menjadi dasar penting dalam menghadapi tantangan di era modern. Oleh karena itu, para umat muslim sebaiknya tidak hanya menggunakan teknolgi, tetapi juga bisa menunjukkan nilai–nilai islam yang baik dalam kehidupan digital sehari-hari.
Penulis:
Sarah Khubaibah
sarah.khubaibah25@mhs.uinjkt.ac.id
Mahasiswi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Program Studi Manajemen Pendidikan
UIN Syarif Hidayatullah





