
Unaaha, Koransultra.com– Anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Konawe tahun 2023, diproyeksikan mengalami kenaikan mencapai Rp 2,1 Triliun, dibandingkan pada tahun 2022, APBD sebesar Rp 1,4 Triliun.
Proyeksi kenaikan APBD itu, dikarenakan pemerintah kabupaten (pemkab) Konawe diberi ruang fiskal yang lebih besar oleh pusat untuk mengusulkan program yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK).
Sekretaris Kabupaten (Sekab) Konawe Ferdinand Sapan memastikan pemkab bakal memaksimalkan usulan program DAK ditahun 2023. Setelah dikalkulasi, usulan program tersebut mencapai selisih hingga Rp 600 Miliar. Katanya, pemkab Konawe mendapat porsi pengusulan DAK yang besar hingga mencapai sembilan kategori. Sementara daerah lain, diporsikan hanya untuk lima batas kategori pengusulan program DAK.
“Peluang itu yang coba kita tangkap. Sehingga kita mengusulkan sebanyak mungkin program DAK sesuai batas maksimal porsi yang diberikan pemerintah pusat tersebut,” ujar Ferdinand Sapan, Senin, 12 September 2022.
Secara spesifik, Ferdinand Sapan tak menyebut secara detail ihwal usulan program DAK yang taksirannya mencapai Rp 600 Miliar tersebut. Yang jelasnya, sasaran prioritas dalam program pembiayaan itu melekat di beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) teknis lingkup pemkab Konawe. Diantaranya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud), PUPR, Dinas Pertanian, serta instansi lainnya.
“Yang pasti, sasarannya itu ialah untuk membiayai infrastruktur dan perumahan. Termasuk kegiatan yang dapat menunjang peningkatan perekonomian masyarakat. Serta, bidang pertanian, perikanan, dan peternakan,” sambungnya.
Mantan Kepala BPKAD Konawe itu menambahkan, saat ini Konawe mendapat perhatian lebih dari pemerintah pusat. Prospek makro ekonomi di otorita Kery Saiful Konggoasa tersebut kian membaik. Kontribusi Konawe terhadap pertumbuhan ekonomi nasional pun sangat besar. Salah satunya, dari sisi investasi. Meskipun jika dilihat secara fiskal kedaerahan, lanjut Ferdinand Sapan, masih banyak kekurangan yang perlu dioptimalkan. Menurutnya, kekurangan itulah yang mesti ditunjang dengan infrastruktur daerah yang memadai.
“Saya juga ingin katakan bahwa, salah satu unsur pendukung Konawe mendapat jatah DAK yang besar, itu karena program kita di daerah punya sinergi dengan percepatan pembangunan proyek strategis nasional (PSN) yang ada di Konawe. Misalnya, pembangunan bendungan Ameroro di Uepai, kawasan Indonesia Konawe Industrial Park (IKIP) di Routa, serta bendungan Pelosika di kecamatan Asinua,” tandasnya.
Laporan : Nasruddin




