Target Adipura, Ini Langkah Strategis Bupati Konawe Yusran Akbar

Unaaha, Koransultra.com – Pelan tapi pasti, kira kira demikian gambaran konsep kerja pasangan Bupati Konawe, H. Yusran Akbar dan Wakilnya H. Syamsul Ibrahim. Satu persatu capaian kerja yang menjadi target dari pasangan dengan akronim Ya-Syam ini  mulai diraih.

Selain sederet program yang tengah dijalankan, Pemerintah Kabupaten Konawe saat ini tengah mempersiapkan diri menuju target Adipura ditahun mendatang. Sebagaimana diketahui piagam Adipura ini adalah sebuah penghargaan dari pemerintah Indonesiakepada kota atau kabupaten yang berhasil menjaga kebersihan dan pengelolaan lingkungan perkotaan dengan baik.

Bukan hal yang mudah memang, namun tampaknya tidak sulit. Bupati Konawe, Yusran Akbar yang datang dengan latar belakang seorang sarjana tekhnik tentu telah menyiapkan langkah stategisnya, demikian pula dengan wakilnya yang berkatar belakang politisi tulen mantan Legislator DPRD Sultra selama tiga periode tentu telah berbekal pengalaman yang mumpuni.

Bupati Yusran telah menyiapkan salah satu strategi jitunya, identifikasi sejumlah lokasi kritis telah dilakukannya sejak Juli lalu, yang akan menjadi fokus utama penilaian, mulai dari pemukiman seperti Jl. A. Yani-Kel. Arombu, Jl. Simin-Kel. Tumpas, Jl. Tohamba-Kel. Asinua dan Desa Ahuhu, pertokoan di Jl. Sultan Hasanuddin, hingga fasilitas publik seperti RSUD Konawe, UPTD Pasar Asinua, dan bahkan Pantai Toronipa. Setiap titik ini akan menjadi barometer keberhasilan.

Tak tanggung tanggung, selain mengandalkan gotong royong,  Bupati Yusran Akbar, juga membangun sistem. Ini mencakup alokasi anggaran minimal 3% dari APBD yang akan menjadi rencana besarnya termasuk penyediaan fasilitas pengelolaan sampah yang modern, dan implementasi Rencana Induk Pengelolaan Sampah (RIPS) yang akan menjadi target capaian selanjutnya.

Bahkan untuk memastikan kepatuhan masyarakat ini, Bupati mengeluarkan “Warning” bagi pihak-pihak yang masih melakukan pembuangan sampah terbuka secara sembarangan dan mengabaikan peringatan dan himbauan “buanglah sampah pada tempatnya”. Tentunya, Predikat “Kota Kotor” juga menjadi momok yang tak ingin diraih diperiode pertama kepemimpinannya.

Informasi yang dihimpun standar Adipura sangat tinggi. Nilai pemantauan sistem pengelolaan sampah dan kebersihan harus mencapai skor minimal 73 untuk Adipura, dan 75 untuk Adipura Kencana. Selain itu, cakupan layanan pengangkutan sampah di wilayah perkotaan harus melebihi 75%.

Dengan peta titik lokasi yang jelas, ia mengarahkan seluruh kekuatan pemerintah dan masyarakat untuk fokus pada titik pantau kritis yang akan menjadi penentu nasib penilaian Adipura 2025. “Ini bukan lagi soal gotong royong biasa, tapi operasi penyelamatan reputasi daerah,” tegas Bupati Yusran saat wawancara dengan awak media, Minggu (16/11/2025), sambil menunjuk pada daftar lokasi yang telah ditandai sebagai zona titik pantau kebersihan.

Setiap lokasi, dari sudut pemukiman hingga ujung pantai wisata, telah menjadi area fokus utama bagi para pejabat, warga, dan pedagang untuk membuktikan komitmen mereka terhadap kebersihan. “Ini adalah misi bersama. Titik-titik ini adalah cermin kita semua,” tegas Bupati Yusran, menegaskan bahwa tidak ada lagi ruang untuk lalai dan abai.

Gerakan Bupati Yusran Akbar adalah langkah berani yang bisa mengubah wajah Unaaha. Namun, kesuksesannya tidak terletak pada semangat Bupati saja, tetapi pada partisipasi aktif seluruh masyarakat. Jika semua pihak berkomitmen, maka mimpi meraih Adipura 2025 bukan lagi sekadar harapan, melainkan realitas yang dapat diraih. tentunya dengan bersama-sama menjaga kebersihan, demi masa depan Konawe yang lebih hijau dan berprestasi menuju Konawe Bersahaja.

Sebanyak 4 Zona Terbagi Dalam Penilaiannya

Zona Pemukiman & Pasang Surat (10 Lokasi): Fokus besar diberikan pada wilayah permukiman, terutama di Kelurahan Arombu, Tumpas, dan Asinua, serta Desa Ahuhu dan Bajo Indah. Ini menunjukkan bahwa Bupati ingin memastikan kebersihan dimulai dari akar rumput. Jalan-jalan seperti Jl. A. Yani dan Jl. Simin akan menjadi barometer kebersihan sehari-hari warga.

Zona Pertokoan & Jalan Raya (13 Lokasi): Pertokoan di Jl. Sultan Hasanuddin dan Jl. Jendral Sudirman, serta jalan-jalan utama seperti Jl. Sapati dan Jl. Diponegoro, menjadi sorotan utama. Ini adalah area yang paling terlihat oleh pengunjung dan tim penilai. Kebersihan di sini akan menjadi cerminan citra Kota Unaaha.

Zona Fasilitas Publik Kritis (24 Lokasi): Ini adalah zona paling sensitif. Pasar-pasar seperti UPTD Pasar Asinua dan Wawotobi, yang sering menjadi masalah, kini menjadi lokasi penting. Demikian juga RSUD Konawe dan Puskesmas-puskesmas, yang harus menjadi contoh kebersihan. Bahkan 11 sekolah, dari SD hingga SMA, termasuk di dalamnya, menunjukkan bahwa pendidikan kebersihan dimulai sejak dini.

Zona Lingkungan & Wisata (17 Lokasi): Kebersihan perairan seperti Kanal Tuoy dan Sungai Konawe eha, serta taman-taman kota seperti Taman Permata dan Hutan Kota, menjadi indikator kesehatan lingkungan. Terakhir, 6 pantai wisata, termasuk Pantai Cikal dan Toronipa, adalah aset pariwisata yang harus dijaga. Kebersihan di sini bukan hanya soal sampah, tapi juga soal citra daerah.

Target Adipura, Wabup Konawe Harap Dukungan Semua Pihak

Debelumnya Wabup Konawe, H. Syamsul Ibrahim juga menyampaikan hal senada, dikatakannya saat ini Konawe tengah mempersiapkan diri menuju target Adipura ditahun mendatang. Demikian diungkapkannya saat menyampaikan sambutannya di kegiatan rapat koordinasi (Rakor) Penyelenggaraan Pemerintahan Dan Pembangunan Daerah yang mengusung tema Membangun Desa Menata Kota Mewujudkan Konawe Bersahaja Menuju Indonesia Emas 2045 yang dibuka oleh Bupati Konawe, dan dihadiri pula Kapolres Konawe, AKBP. Noer Alam, S.Ik, Kajari Konawe, Perwira Penghubung 1417 Konawe, Sekda Konawe, Kepala, Dinas, Camat, Lurah dan Kades se Kabupaten Konawe, pada Rabu 23/04 2025.

“Bapak Bupati sudah menyampaikan kepada kita semua bahwa Konawe akan mentarget Adipura di dua tahun kedepan ini.” Katanya.

Menurut H. Syamsul Ibrahim bukanlah hal yang sulit untuk mencapai target Adipura jika semua elemen bekerja sama mendukung hal ini, “berbicara tentang kebersihan adalah atas inisiatif kita pemerintah dari seluruh elemen, dari tingkat desa hingga lingkungan yang diharapkan dapat bekerja secara simultan” Katanya.

“Ini bukan Adi “pura pura” ini tapi ini adalah Adipura Kebersihan dan bukan hanya tugasnya lingkungan hidup tapi tugas kita semua dan nantinya akan dibagi bagi zonanya para OPD,” ujarnya.

Saya sudah pernah hidup dijaman pemerintahan pak Razak porosi, sambung Wabup Konawe. “Kampung bersih dulu itu dana desa masih 10 juta, nah sekarang Kepala Desa sudah memiliki anggaran yang cukup besar dan sudah bisa membayarkan honor aparatnya, dan jadi setidaknya (perangkat.red) ini bisa keluar keringatnya ikut membersihkan kampung, masyarakat bisa ikut membersihkan di depan rumahnya. Jika semua ini berjalan dengan baik maka kami yakin bahwa apa yang direncanakan oleh bapak bupati terkait Adipura akan tercapai dengan skala yang lebih tinggi Kencana yah kencana.” Ujarnya menyebut target raihan Adipura.

Begitu juga camat secara otomatis dia harus jaga itu wilayahnya tidak ada itu istilah bahwa ini ruas jalan kabupaten, ini ruas jalan provinsi. Kalau kotor yah kotor berarti memang camatnya (tidak peka). Kalau yang bersih hanya di kecamatan Unaaha dan kecamatan lainnya tidak yah bukan kencana namanya tapi bencana” pungkas mantan legislator DPRD Provinsi Sultra ini yang disambut gelak tawa peserta rakor.

Laporans: Andriansyah Siregar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *