Unaaha, Koransultra.com – PT Sulawesi Cahaya Mineral (PT SCM) meraih Penghargaan Terbaik I Kategori Kepatuhan Terbaik Pelaksanaan Kegiatan Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Tahun 2026 Provinsi Sulawesi Tenggara. Penghargaan tersebut diberikan atas capaian keberhasilan PT SCM dalam melaksanakan rehabilitasi DAS di wilayah operasionalnya yang berada di Kecamatan Routa, Kabupaten Konawe.

Penghargaan ini diberikan oleh Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Konaweha Sulawesi Tenggara sebagai bentuk apresiasi terhadap komitmen perusahaan dalam pengelolaan lingkungan, khususnya pada kawasan DAS di sekitar area operasional PT SCM. Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Tenggara, Ardiansyah, S.P., M.Si. kepada Achmad Sandi, Senior Manager Forestry Compliance PT Merdeka Copper Gold yang mewakili PT SCM, bertempat disalah satu Hotel ternama di Kota Kendari pada akhir Juni kemarin.
Pemberian penghargaan merupakan bagian dari kegiatan bimbingan teknis bagi Perusahaan pemegang pinjam pakai kawasan hutan (PPKH) yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (Ditjen PDASRH) Kementerian Kehutanan. Acara tersebut dihadiri oleh lebih dari seratus perusahaan tambang di wilayah Sulawesi Tenggara. Turut hadir pula Direktur Jenderal PDASRH Kementerian Kehutanan Republik Indonesia, Ir. Dyah Murtiningsih, M.Hum.

Acara bertajuk “Ayo Hijaukan Negeri, Pulihkan Bumi Anoa Tercinta” ini menjadi bagian dari kampanye rehabilitasi lingkungan DAS bagi perusahaan tambang pemegang izin pinjam pakai kawasan hutan di wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara.
Pencapaian tersebut menjadi bukti penerapan prinsip good mining practices sekaligus wujud komitmen PT SCM dalam menjaga keseimbangan ekosistem di wilayah operasional Site PT SCM, Kecamatan Routa, Kabupaten Konawe.
“Rehabilitasi DAS di Site PT SCM merupakan bentuk konsistensi perusahaan dalam memastikan kegiatan pertambangan dapat berjalan berdampingan dengan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan,” ujar Didik Fotunadi, Kepala Teknik Tambang PT SCM.
Namun, upaya menjaga lingkungan dalam operasional PT SCM tidak berhenti pada pencapaian penghargaan tersebut. Menurut Didik, tantangan pengelolaan lingkungan dalam kegiatan pertambangan PT SCM ke depan akan semakin kompleks dan menuntut komitmen yang lebih kuat. “Oleh karena itu, PT SCM akan terus memperkuat praktik pertambangan yang bertanggung jawab melalui pengelolaan lingkungan yang terukur, berkelanjutan, dan sejalan dengan upaya rehabilitasi kawasan hutan terutama di kawasan daerah aliran sungai,” papar Didik Fotunadi.

Keberhasilan PT Sulawesi Cahaya Mineral (PT SCM) dalam meraih penghargaan ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi perusahaan lain dalam menerapkan prinsip keberlanjutan di sektor pertambangan. Komitmen terhadap rehabilitasi daerah aliran sungai tidak hanya berdampak pada perbaikan lingkungan, tetapi juga memperkuat sinergi antara kegiatan industri dan pelestarian ekosistem. Ke depan, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci penting dalam menjaga keberlanjutan lingkungan hidup di Sulawesi Tenggara secara berkesinambungan.
Laporan: Redaksi





