Tirawuta, Koran Sultra – Wartawan itu harus profesional dalam menjalankan tugasnya mencari, memperoleh lalu menyebar luaskan informasi yang terjadi sesuai dengan kode etik Jurnalistik dan Undangan-undang Pers yang diembannya Jangan malah menjadi Tim di salah satu pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati. Pernyataan ini di ungkapkan oleh ketua Persatuan Wartawan indonesia (PWI) Kolaka Armin Arsyad Senin (14/9).

Dia menyayangkan jika ada anggotanya ikut terlibat menjadi Tim pemenangan di salah satu pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Koltim kedepan. katanya, jika itu benar maka anggota tersebut memang tidak memahami tugas dan fungsinya sebagai wartawan yang profesional dan independen.

Dia mengungkapkan, pihak PWI tidak memperbolehkan ada anggotanya ikut terlibat atau menjadi Tim pemenangan di pemilu kada tahun ini. Sebab, PWI adalah organisasi Wartawan yang bersifat independen.

“PWI punya Peraturan Dasar (PD) dan Peraturan Rumah Tangga (PRT), begitu juga Wartawan punya Kode etik Jurnalistik dan Undangan undang Pers jadi jika ada anggota PWI atau Wartawan menjadi Tim pemenangan itu artinya mereka tidak memahami tugas dan fungsi nya sebagai wartawan yang profesional, Wartawan kan adalah profesi seseorang yang diamanatkan menjadi profesional.”Terangnya.

Meskipun kata Ketua PWI Kolaka, Kolut dan Koltim ini, wartawan mempunyai Media dan media tidak bisa terlepas dengan bisnis namun, seorang wartawan juga wajib mengedepankan Profesinya yang profesional artinya kata dia wartawan harus mengedepankan asas Independen yang tidak terlibat dalam dunia politik.

“Yang jelas anggota saya tidak ada yang terlibat menjadi Tim pemenangan, karena mereka juga paham dengan Peraturan Dasar (PD) dan Peraturan Rumah Tangga (PRT),”Ujarnya.

Kontributor : Dekri

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here