Wakatobi, Koran Sultra – Komandan Rayon Militer (Danramil) 1413-14 Wangi-Wangi, Kabupaten Wakatobi melaksanakan sosialisasi bela negara. Sosialisasi yang diperuntukkan untuk sekolah setingkat Sekolah Menengah Umum (SMU) itu diikuti lebih dari 500 siswa-siswi bertempat di Gedung Dharma Wanita Wangi-Wangi, Kamis (11/8/2016).

Danramil Wangi-Wangi, Kapten Inf. La Ifu, saat membacakan sambutan tertulis Panglima Komando Militer (Pangdam) VII Wirabuana, Mayjen TNI Agus Surya Bakti, mengungkapkan jika sosialisasi itu dimaksudkan untuk menumbuhkan kembali pemahaman tentang bela Negara bagi generasi muda, khususnya pelajar SMU sederajat.

“Kegiatan ini sangat penting, di era reformamsi dan globalisasi saat ini telah membawa perubahan terhadap berbagai sendi kehidupan masyarakat yang mengakibatkan lunturnya semangat bela Negara dalam diri genarasi muda sehingga sangat berpotensi mengancam pertahanan bangsa,” terang Danramil Wangi-Wangi saat membacakan sambutan tertulis Pangdam VII Wirabuana.

Selain itu kata La Ifu, tantangan bangsa saat ini selalu diwarnai perkembangan informasi yang masuk dengan sangat mudah tanpa penyaringan, sebagai hasil perkembangan teknologi informasi dan elektronika telah menyebabkan perubahan besar pada tatanan dan pola hidup bangsa.

“Mencermati hal tersebut, maka Kodam VII/Wirabuana merasa perlu mengambil langkah kinkrit dalam menumbuhkan kembali pemhaman tentang kondisi saat ini khususnya generasi muda dilingkungan SMU sebagai kader penerus perjuangan bangsa dengan menggalakkan pendidikan bela Negara melalui sosialisasi bela Negara seperti yang kita laksanakan hari ini diseluruh Kodim jajaran Kodam VII/Wirabuana,” ucap La Ifu.

Dengan menngikuti sosialisasi itu lanjut Danramil Wangi-Wangi, generasi muda diharapkan memiliki bekal yang memadai guna mempersiapkan diri menjadi generasi harapan bangsa dalam mengabbdi kepada Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Jika generasi muda sudah memiliki wawasan bela bangsa, diharapkan dapat membentengi diri dari ancaman baik dari dalam maupun luar negeri,” harap La Ifu.

Jika nilai-nilai perjuangan dan sikap bela Negara telah ditanam dalam diri para generasi muda lanjut La Ifu, maka kelangsungan hidup bangsa kedepan akan tetap terjamin dan martabat bangsa dapat ditegakkan.

“Saya berharap esensi bela Negara yang akan diberikan melalui sosialisasi ini nantinya dapat diaplikasikan dan dikembangkan dengan sebaik-baiknya sesuai bidang dan fungsi masing-masing,” pintanya.

Danramil Wangi-Wangi optimis jika setelah mengikuti sosialisasi, maka generasi muda ditingkat SMU sederajat dapat mewujudkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Jika hal ini telah diwujudkan dengan baik maka sasaran kegiatan akan tercapai yakni terbangunnya watak generasi muda yang memiliki rasa cinta tanah air serta kesadaran berbangsa dan bernegara, setia pada Pancasila sebagai ideology Negara, rela berkorban bagi bangsa dan Negara, memiliki jiwa nasionalisme dan patriotism serta memilii kemampuan awal bela Negara baik secara psikis maupun fisik,” pungkas Danramil Wangi-Wangi.

Kontributor : Surfianto Nehru
Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here