Usai penandatanganan MOU oleh PJ Bupati Bombana, Sitti Saleha dan ketua DPW PPNI Sultra, Heryanto SKM, minggu (18/12) Foto: Yan/KORANSULTRA.COM
Usai penandatanganan MOU oleh PJ Bupati Bombana, Sitti Saleha dan ketua DPW PPNI Sultra, Heryanto SKM, minggu (18/12) Foto: Yan/KORANSULTRA.COM

KENDARI, KORANSULTRA.COM-Pemerintah Kabupaten (Pemkab), Bombana secara resmi menandatangani MOU program Satu Desa Satu Perawat. Penandatanganan nota kesepahamam tersebut bertepatan dengan hari ulang tahun (HUT), Kabupaten Bombana yang ke – 13, Minggu (18/12).

Pelaksana Jabatan (PJ) Bupati Bombana, Sitti Saleha mengatakan, penandatangan MOU program satu desa satu perawat merupakan hasil kesepakatan antara Pemkab Bombana dan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PPNI Sultra.

“Program ini merupakan salah satu terobosan terbaru yang memiliki manfaat sangat baik. Adanya program ini tentunya akan menjadi moment untuk memberi kesempatan dan peluang terhadap perawat yang siap direkrut untuk kerja menjadi perawat disuatu Desa,”ujarnya.

Sitti Saleha berharap, adanya program ini mampu menekan angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan profesi perawat. Pihaknya juga akan terus berupaya mendukung anggaran yang disiapkan untuk honor perawat.

“Anggaran untuk menjalankan program ini sudah kami kondisikan berdasarkan APBD dan anggaran Dana Desa (ADD). Untuk rekruitment perawat desa itu sendiri, kami serahkan kepada pengurus DPD PPNI Bombana yang melakukan pengawasan dan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan,”terangnya.

Sementara itu, Ketua DPW PPNI Sultra, Heryanto SKM mengungkapkan, proses rekrutmen mulai dilakukan sejak diresmikannya launching program satu desa satu perawat oleh PJ Bupati Bombana.

“Untuk proses seleksi nantinya kami akan lakukan kerja sama dengan kepala desa. Syarat perawat untuk bergabung dalam program itu, harus memiliki kompetensi dibidangnya seperti, telah memiliki STR dan NIRA. Sementara itu, untuk mengantisipasi kecurangan, PPNI akan melakukan pengawasan secara ketat,”ungkapnya.

Heryanto juga memastikan, di kabupaten Bombana tidak ada lagi perawat yang tidak digaji dan hanya jadi sukarela.

“Untuk honor perawat pada program satu desa satu perawat, kami mengupayakan diatas upah minimum. Hal ini sudah kami koordinasikan dengan pihak Pemkab untuk sumner penganggaran yang dipersiapkan untuk program tersebut,”jelas mantan aktivis dan praktisi Golkar itu.

Kontributor : Yan
Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here