Wakil Bupati konsel DR.H.Arsalim SE,M.Si (kanan) bersama Direktur USAID-APIK Paul jeffery (kiri) saat menandatangani MoU atau Nota kesepahaman. Rabu (7/2/17). Foto: Kasran
Wakil Bupati konsel DR.H.Arsalim SE,M.Si (kanan) bersama Direktur USAID-APIK Paul jeffery (kiri) saat menandatangani MoU atau Nota kesepahaman. Rabu (7/2/17). Foto: Kasran

ANDOOLO, KORAN SULTRA-Pemerintah Daerah (Pemda) Konawe Selatan (Konsel) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menjalin kerja sama dengan Unitet States Agency International Development (USAID) Adaptasi Perubahan Iklim dan Ketangguhan (APIK) RI pada, Rabu (8/2/17).

Dalam kegiatan tersebut Kerja sama yang dilakukan pemkab bersama pihak USAID-APIK dituangkan melalui penandatanganan Memorandum Of Understanding (MoU) atau Nota Kesepahaman antara Pemda Konsel dengan USAID-APIK RI, dan serah terima Bio reeftech USAID-APIK yang digelar di Kantor Kelurahan Lalowaru, Kec. Moramo Utara.

Pada kegiatan kali ini Pemda Konsel sangat mendukung serta mensyukuri program tersebut, dimana dari 17 Kab/Kota yang ada di Sultra hanya 2 Daerah yang mendapat kesempatan dari APIK, salah satunya ialah Kabupaten Konsel. Hal ini perlu kita berikan apresiasi,”ujar Wakil Bupati Konsel, DR. Arsalim arifin SE, M.Si saat memberikan sambutan pada acara penandatanganan MoU tersebut.

Lanjut dia, program ini sangat bersinergi dan singkrong dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Konsel periode 2016-2021 kedepan,kemudian kita harapkan pencegahan resiko bencana ini bisa kita turunkan di angka 60 persen pada tahun 2021, nantinya.

Dikatakanya, di tahun 2017 ini sedikitnya ada empat Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang setiap saat melakukan koordinasi terkait dengan pencegahan perubahan iklim, seperti; Bappeda yang bekerja sebagai penyusun program APIK secara simultan.

” mudah-mudahan pedoman yang disusunnya menjadi pedoman kita semua dalam rangka menghadapi perubahan iklim serta dapat mengurangi resiko bencana kedepan,” ungkapnya.

Wakil Bupati konsel DR.H.Arsalim SE,M.Si saat memberikan sambuatannya Foto: Kasran
Wakil Bupati konsel DR.H.Arsalim SE,M.Si saat memberikan sambuatannya Foto: Kasran

Tambahnya, Arsalim, adapula Kantor BPBD selain ada kegiatan investigasi bencana, ada juga program Rehabilitasi and Rainshac (RR), Dinas Kelautan dan Perikanan juga sangat bersinergi, serta Kantor Ketahanan Pangan Perkebunan dan Hortikultura. Kebetulan kita mempunyai program yang namanya sekolah iklim yang sudah dilaksanakan beberapa tahun lalu, dengan masuknya program APIK di Konsel Pemda sangat mendukung ini adalah program yang sangat luar biasa, dan sangat bersinergi dengan program daerah.

” Semoga saja kedepannya bukan hanya Kel. Lalowaru saja yang mendapat program ini, namun bisa merambah ke beberapa wilayah di Konsel, perlu kita ketahui konsel ini sangat luas wilayanya dengan longline coastal panjang wilayah pesisir kurang lebih 300 KM, ” Kalau ini bisa kita manfaatkan dengan baik, maka bisa kita kurangi resiko bencana atau perubahan iklim di konsel” jelasnya.

Sementara itu Direktur USAID-APIK, Paul Jeffery mengatakan, menjalin kemitraan dengan masyarakat adalah hal yang paling penting, agar masyarakat baik itu petani dan nelayan bisa mengakses informasi Bio reeftech secara utuh.

” kami sangat senang dengan kemitraan yang telah di bangun disini, Baik itu kemitraan kepada Pemerintah Provinsi, Pemerintah Daerah, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) serta Kemitraan kepada masyarakat itu sendiri,” katanya.

Menurut, Paul, kemitraan kepada masyarakat ini sangat penting agar nantinya mereka bisa tangguh menghadapi kejadian cuaca ekstrim. Ada beberapa hal fokus kami dalam kegiatan ini, yang pertama, fokus pada kapasitas pengetahuan agar lebih memahami resiko-resiko, yang berikutnya, desain kerjasama untuk projec-projec seperti apa serta resiko mengatasi naiknya air laut.

Ditempat yang sama Ketua project Leader Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Haluoleo (UHO), La Ode Abd Rajab Nadia mengatakan, program Bio Reeftech ini adalah mitra pertama APIK dalam menjalin kerja sama di Sultra, seperti mengenai kenaikan suhu air laut adalah masalah serius, olehnya itu kami mengangkat program ini, adapun manfaat Bio reeftech ini adalah Benteng abrasi laut dengan cara memperbaiki terumbu karang yang rusak, selain itu berfungsi juga menjadi Bank ikan serta jalur wilayah ikan.

” Untuk mensukseskan program keterlibatan masyarakat sangat dibutuhkan, olehnya itu kami melakukan pendekatan baik itu pendekatan kepada Tokoh Masyarakat, Pemuda, Perempuan serta Tokoh Agama dan Allhamdulillah pembibitan Bio reeftech di Kelurahan Lalowaru ini sukses, dan telah menghasilkan 1309 bibit,” ujarnya.

Kontributor : Ran
Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here