Ilustrasi
Ilustrasi

RAHA, KORAN SULTRA– Tahanan kasus dugaan korupsi Anggaran Dana Desa (ADD), Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa (BPMPD) Kabupaten Muna Provisnsi Sulawesi Tenggara La Palaka, rupanya ketagiahan menginap di ruangan pasien Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Raha.

Tersangka satu ini sebelumnya dikabarkan sudah membaik, setelah menjalani perawatan medis di RSUD Raha, Akibat penyakit yang dideritanya yakni peradangan kandung kemih (Sistitis).

Setelah menjalani perawatan selama kurang lebih lima hari, akhirnya dokter di RSUD Raha memutuskan untuk mengijinkan La Palaka pulang ke rumah. Sebab, La palaka dianggap sudah cukup membaik dan bisa dirawat jalan.

Dokter Wahid Agigi yang ditemui sejumlah awak media mengakui, jika La Palaka merupakan salah satu pasienya yang ia rawat selama beberapa hari. Dalam diagnosa dokter ini, La Palaka dinyatakan sebagai penderita Sistitis.

”Ia betul, dia (La Palaka red) dirawat oleh kami sejak 19 januari 2017 lalu. Saat itu ia masuk pertama di UGD karena penyakit yang dideritanya peradangan kandung kemih. Namun, saat ini ia
sudah kami ijinkan untuk pulang, pada tanggal 25 Januari 2017 karena kami anggap pasien kami itu sudah membaik dan bisa dirawat jalan, lagi pula sudah ada resum,” kata dokter Wagid Agigi yang ditemui, Selasa (07/02) siang.

Sayangnya, meski sudah ada pernyataan dokter jika La Palaka sudah membaik, hingga saat ini, Rabu (8/2) tersangka dugaan kasus korupsi ADD Muna tahun 2015 itu, masih keenakan dan enggan meninggalakan ruang perawatannya.

Dikabarkan, saat ini tahanan Rutan kelas II.B Raha itu, masih berada di RSUD, ia menginap di kamar bilik Mawar 6 dan telah mendapat perawatan selama tiga pekan lamanya.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Muna, melalui Kasi Intel Kejaksaan, Laode Abdul Sofyan saat dikonfirmasi terkait hal tersebut mengungkapkan, pihaknya bakal melakukan analisa terhadap pemeriksaan kesehatan La Palaka yang dilakukan oleh dokter tersebut.

Sehingga dapat ditentukan nasib perawatan tersangka, apakah perawatan kesehatannya dilakukan di rumahnya atau justru dilakukan Rutan Raha.

“Nah, Kebetulan pimpinan Kajari sudah datang, jadi kita rapatkan dulu,” katanya Rabu (8/2) pagi.

Menurutnya, hingga saat ini La Palaka masih berada di RSUD Muna dan pihak Kejaksaan terus melakukan pengawalan terhadap tersangka korupsi itu.

“Tersangka memang ada di Rumah Sakit,” ucapnya.

Kata dia saat ini pihaknya masih melakukan pengumpulan berkas
penyidikan perkara. Dan segera dilimpahkan ke pengadilan tipikor yang ada di Kendari.

“Hasil audit BPKP sudah ada, kerugian negara itu mencapai Rp 1. 230 juta Kita targetkan februari penyidikan, kemudian Maret persiapan pelimpahannya,” katanya.

Ditempat terpisah, Kepala Rutan Kelas IIb Raha Arifuddin saat ditemui Rabu (8/2) diruang kerjanya, enggan memberikan berkomentar banyak terkait keberadaan tersangka korupsi ADD Muna La Palaka, yang saat ini masih berada di luar Rutan. Sebab kata dia, hal tersebut merupakan kewenangan dari pihak Kejari Muna.

“Intinya, pihak kejaksaan itu mengirim La Palaka, dan dianggap oleh kejaksaan tersangka itu sehat, saya terima,” pungkasnya.

Kontributor : Bensar
Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here