Ilustrasi
Ilustrasi

ANDOLO, KORAN SULTRA-Kegiatan illegal fhising atau pemboman ikan cara ilegal yang kerap dilakukan masyarakat sekitar pesisir pantai moramo utara tidak terhindarkan dari dampak yang sangat buruk terhadap terumbukarang dan kerusakan habitat ekosistel laut akibat dari ulah masyarakat tidak bertanggungjawab, sehingga pada akhirnya akan berpengaruh dari pada hasil tangkapan ikan bagi nelayan yang berkurang setiap harinya.

Hal itu diungkapkan Bintang (40) warga kelurahan lalowaru kecamatan moramo utara,dia mengatakan, pada tahun 2013 silam kegiatan pemboman ikan nyaris tidak ada di sekitaran pesisir pantai lalowaru karena masih adanya fungsi pengawasan dari pemerintah kecamatan dan kabupaten yang dikenal; posko pengawasan masyarakat (pokwasmas). Namun pada tahun berikutnya tepatnya ditahun 2014 kegiatan pemboman ikan kembali marak terjadi kerena tidak adanya lagi pokwasmas.

” memang di tahun 2013 kebawah kegiatan bom ikan yang sering dilakukan masyarakat bisa dikatakan tidak ada, terkecuali di tahun 2014 keatas pemboman ikan banyak lagi terjadi karena sudah tidak ada lagi posko pengawasan yang dibentuk pemerintah,” ungkapnya, Rabu (8/21/17).

Menurutnya, Bintang, pemerintah dalam hal ini Bapak Bupati dan wakil bupati kiranya dapat membentuk kembali pos pengawasan laut yang sebelumnya ada di kelurahan lalowaru (morut). Apalagi sekarang ini adanya project bantuan dari USAID-APIK mengenai perkiraan iklim dana ketangguhan dan Bioreeftech yang tujuanya sebagai Benteng abrasi laut dengan cara memperbaiki terumbu karang yang rusak melalui batok kelapa, yang katanya juga akan berfungsi menjadi Bank ikan serta jalur wilayah ikan seperti yang diungkapkan La Ode Abdul Rajab dari Unhalu.

” jika nantinya program ini berhasil yang tujuanya sangat baik bagi paran nelayan akan sia-sia jika fungsi pengawasanya tidak ada, karena kegiatan bom ikan berlangsung terus,” harapnya.

Bintang, yang juga salah satu tokoh masyarakat setempat menambahkan, akibat dari kegiatan pemboman ikan yang akibatnya merusak karang dan berkurangya hasil ikan di sekitaran perisir pantai, masyarakat setempat hanya bisa menyambung hidupnya melalui kegiatan menambag batu gunung yang nilainya tidak seberapa.

menaggapi hal itu, kapolsek moramo, Iptu. Jusman mundu mengatakan, sejak dirinya dilantik menjadi kapolsek moramo pada pertengahan 2015 dirinya tidak perna mandapatkan laporan resmi bahkan keluhan masyarakat secara langsung terkait pemboman ikan di sekitaran pesisir pantai moramo.

Dengan adanya keluhan yang meresahkan masyarakat, pihaknya akan terjun langsung di lapangan untuk melakukan investigasi terkait dengan kegiatan illegal fhising yang dilakukan masyarakat.

” jika nantinya kita temukan dan terbukti, kita akan menindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” tegas perwira dua balok itu.

Kontributor : Ran
Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here