[caption id="attachment_10483" align="aligncenter" width="720"]
Madrasah Ibtiyah Swasta (MIS) Muslim Mujetahit, Desa Sawangaoha, Kecamatan Kodeoha, Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), kondisi sarana belajarnya sangat memprihatinkan. Foto: Fyan
[/caption]

LASUSUA, KORANSULTRA.COM – Madrasah Ibtiyah Swasta (MIS) Muslim Mujetahit, Desa Sawangaoha, Kecamatan Kodeoha, Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), kondisi sarana belajarnya sangat memprihatinkan.

Pasalnya, Sekolah Dasar berbasis religi yang dibangun tahun 2006, dengan jumlah murid sekitar 35 murid dan 5 orang guru honor itu, kondisi lantai serta bangku mejanya tempat belajar siswa, sudah tidak layak.

Kepala Sekolah MIS Muslim Mujetahit Sawangaoha Ihwalluddin mengungkapkan, kondisi memprihatinkan sekolah tersebut sudah berlangsung mulai dari tahun 2014 sampai sekarang.

“Bapak bisa lihat sendiri kondisinya bagaimana, mulai dari lantainya yang sudah mulai hancur, hingga kursi dan meja siswa hampir semuanya rusak,” ungkapnya, Sabtu (14/10/2017).

Kata dia, semenjak sekolah tersebut dibangun pada tahun 2006, kemudian diresmikan tahun 2007, bangunan ini belum perna tersentuh bantuan.

“Kadang, guru-guru yang mengajar merasa tidak nyaman, karena kondisi ruangannya tidak nyaman untuk ditempati,” ucapnya

Dengan kondisi seperti ini, Ihwalluddin, berharap kepada pemerintah ataupun anggota legislatif terkait, agar dapat melirik kondisi sekolah tersebut.

[caption id="attachment_10484" align="aligncenter" width="720"] Madrasah Ibtiyah Swasta (MIS) Muslim Mujetahit, Desa Sawangaoha, Kecamatan Kodeoha, Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), kondisi sarana belajarnya sangat memprihatinkan. Foto: Fyan
[/caption]

“Kasihan murid kami pak, harus belajar dengan keadaan dengan kondisi seperti ini, namun kami tetap melakukan tanggung jawab kami untuk tetap mendidik siswa disini,” ketusnya.

Sementara pengelolah yayasan MIS Sawangaoha H.Mulhaerani, mengakui kondisi sekolah tersebut.

“Soal meja dan kursi murid yang sudah banyak yang rusak, itu memang hal yang wajar,” ucapnya.

Lebih lanjut dia, meja dan kursi tersebut, sudah lama tidak perna diganti, dan hanya merupakan bantuan dari SDN I Kamisi beberapa tahun lalu yang tidak terpakai.

“Dalam ruangan ini, terbagi menjadi 3 Rombel, hanya dinding yang hampir rubuh yang membatasi ketiga kelas ini,” ungkapnya.

Dia menambahkan, pihak sekolah sudah perna mengusulkan proposal kekementrian agama kolut untuk bantuan rehab dan bantuan kursi serta meja.

“Kami sudah perna mengusulkan proposal, tapi hanya bantuan perpustakaan untuk Aliyah yang direalisasikan,” tutup dia.

Kontributor : Fyan

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY