Suasana Kegiatan Sosialisasi Tumbuh Membangun Bersama BPR Bahteramas Wakatobi di Aula Kantor Camat Wangi – Wangi. Foto: Surfianto

WAKATOBI, KORANSULTR.COM – Bank pengkreditan Rakyat (BPR) Bahteramas Wakatobi perkenalkan produk unggulan lewat sosialisasi edukasi keuangan dan pengenalan produk. Kegiatan Sosialisasi bertempat di aula kantor Camat Wangi-Wangi, Sulawesi tenggara (Sultra), Senin (23/10/2017).

Kegiatan ini dihadiri Camat Wangi-wangi dan Lurah, Kepala Desa serta beberapa pengusaha lokal ikut menjadi peserta.

Direktur Operasional BPR Bahteramas Wakatobi, Asriani Indah menjelaskan, salah satu persatu produk perbankkan yang telah mendapatkan rekor Muri tahun 2011 silam, atas predikat menjadi bank konvensi terbesar di seluruh Indonesia yang bersifat independen.

“BPR Bahteramas memiliki empat produk, pertama, tabungan Bahterasmas yang lebih dikenal dengan tabungan pendidikan yang diperuntukkan kepada pelajar, dan kedua, tabungan umum yaitu tabungan Bahteramas,” jelas Asriani Indah yang akrab disapa Indah.

Produk unggulan ketiga, tabungan deposito berjangka.”Dimana terbagi menjadi 4 jangka waktu, mulai satu bulan suku bunga 5 persen, 3 bulan suku bunga 6 persen, 6 bulan suku bunga 7persen dan 8 bulan dengan suku bunga 8 persen pertahun,” terang Indah.

Terakhir katanya, produk kredit, produk ini berbentuk pinjaman yang diberikan kepada masyarakat dan pengembaliannya berupa pokok dan bunga.

IKLAN KPU

”Kredit ini kami dibandrol suku bunga 18 persen sampai 22 persen pertahun, tapi khusus kredit PNS Wakatobi diberikan suku bunga terendah sebesar 18 persen saja,” sebut Indah.

Dikatakannya, dari sisi suku bunga diklaim sebagai bank tertinggi memberikan suku bunga, terutama pada produk deposito hingga 8 persen pertahun, berbeda dengan Bank konvensional lainnya, yang menetapkan angka bunga pada kisaran 3,5 dan 4,5 persen. Itupun disesuaikan dengan nominal nilai uang.

Indah memaparkan keunggulan lainnnya, para calon nasabah maupun nasabah tetap BPR Bahteramas dimudahkan dengan pelayanan fleksibel, artinya para nasabah tinggal menelpon pihak BPR Bahterahmas dan langsung uang tabungan atau kreditnya dijemput ditempat nasabah sendiri.

Diungkapkan Indah, BPR Bahteramas telah tergabung menjadi peserta lembaga penjamin simpanan (LPS), maka keraguan nasabah terhadap perbankkan dengan ancaman kolaps atau pailit, tidak menjadi masalah serius untuk disikapi.

“Jadi aturan Bank sesuai penjelasan OJK, lembaga perbankan atau keuangan harus diikut sertakan sebagai peserta LPS. Kegunaan apabila terjadi kolaps atau liquidasi terhadap suatu bank, maka nasabah tidak perlu khawatir karena sudah diasuransikan dananya, dan dana tersebut akan dikembalikan melalui LPS berkantor pusat di Jakarta,” tutur Indah.

Menejer pemasar BPR Asruddin menambahkan, soal isu keuangan, masyarakat penting mengikutiperkembangan keuangan, selain itu bagaimana masyarakat mengenal budaya menabung dan animo masyarakat tutupnya.

Camat Wangi-wangi menerangkan, sosialisasi perbankan sangat penting, sebab selain memahami sejumlah produk yang nantinya bisa diketahui secara utuh, akan mempermudah nasabah mengetahui perkembangan usia keuangan dan perubahannya.

Menurut Hadinari, salah satu produk Bank Indonesia, uang logam kisaran Rp 100 ribu dan Rp 200 rupiah yang nyaris tidak lagi diterima, saatmelakukan transaksi jual beli di pasaran.

“Maka lewat BPR Bahteramas, uang recehan tersebut masih digunakan dan diterima.“Sayapun baru tahu setelah diskusi dengan Dirut Bahteramas, hanya di Kabupaten Wakatobi uang recehan itu tidak lagi berlaku, saya tidak tahu ini pengaruh apa? Pemerintah mengeluarkan uang itu agar digunakan, tapi faktanya di Wakatobi tidak lagi berlaku,” ujarnya.

Kontributor: Surfianto

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here