Ilustrasi raskin

Unaaha, Koran Sultra – Penyaluran Beras Miskin ( Raskin) kepada masyarakat kembali menuai sorotan, Kali ini di Desa Dunggua Kecamatan Amonggedo, Kabupaten Konawe Raskin yang disalurkan oleh Bulog Konawe dinilai tidak layak konsumsi.

Pasalnya Raskin yang disalurkan belum lama ini kondisinya cukup memperihatinkan, menurut warga selain bercampur menir saat dimasak beras ini mengeluarkan bau busuk yang menyengat.

Informasi yang dihimpun dari sejumlah warga penerima raskin di Desa Dunggua utamanya para ibu-ibu rumah tangga mengeluhakan beras raskin yang mereka terima tidak layak dikonsumsi karena selain jenis berasnya yang kuning dan bercampur menir juga bercampur dengan batu-batuan kecil. Selain dari itu setelah dimasak aroma nasinya sangat busuk.

Menurut salah seorang ibu rumah tangga yang tidak mau di korankan namanya menjelaskan bahwa awalnya mereka masak tidak bisa mereka makan nasinya akibat aromanya yang busuk. ” Awalnya pak saya habis terima beras itu dirumah Kades,saya pulang dan saya tapis banyak sekali menirnya dan bercampur batu-batu kecil” Katanya.

” Kemudian saya masak, dan setelah kami makan hampir kami tidak bisa makan pak karena nasinya berbau busuk” ungkap warga ini.

Ditambahkannya, sisa beras tersebut karena tidak ada beras lain dirumah, agar bisa dimakan nasi nya terpaksa saya mencari daun pandan bau dan saya campurkan pada beras yang saya masak supaya aroma busuknya bisa hilang. tuturnya.

” Kalau saya tidak akali masaknya campurkan dengan daun pandan pak, kami tidak akan bisa makan nasinya itu beras pak. Sebenarnya biar beras itu bercampur kuning,asalkan tidak campur batu-batu, masih enak dimakan tapi masalahnya karena aroma nasinya yang busuk. Sudah kuning berasnya,campur batu, busuk lagi nasinya. Kaya makanan burung saja” bebernya.

Informasi yang didapati Malah ada salah satu warga penerima raskin yang belum konsumsi beras raskinnya.

KONTRIBUTOR : GUNAWAN

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here