Tampak Dari Depan SMPN SATAP POMALAA. Foto A Sappe.

KOLAKA, KORAN SULTRA – Bangunannya yang berada diatas permukaan air sehingga sekolah ini tidak memiliki halaman sekolah, meski begitu atas kondisi ini tidak menyurutkan pelaku pendidikan di SMP Terapung Pomalaa untuk melaksanakan upacara bendera setiap hari senin.

Untuk melaksanakan upacara bendera seluruh siswa diarahkan diselasar sekolah sebab kegiatan tersebut tidak boleh tidak dilaksanakan sebab nilai kejuangan harus diperlihatkan kepada peserta didik untuk mengenang perjuangan para perintis kemerdekaan dalam mempertahankan keutuhan negara Republik Indonesia. Kata kepala SMP Terapung Pomalaa rabu,13/12

Muhammad Sadaruddin selaku penanggungjawab di SMP Terapung telah berupaya mengurai simpul permasalahan Pendidikan di Sekolahnya dengan melakukan koordinasi ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kolaka untuk dicarikan solusi agar gedung tersebut miliki halaman upacara.

Muhammad Sadaruddin berpendapat bahwa upacara bendera dilaksanakan dipelataran sekolah merupakan satu inovasi ditengah keterbatasan, sebab pengabdian tidak memandang seberapa banyak infrastruktur yang kita miliki akan tetapi ketulusan dalam mempersiapkan peserta didik menyelesaikan seluruh proses pendidikan di sekolah harus berada dihati pendidik.

Bahkan Sadaruddin mengaku telah bersilaturrahmi ke salahsatu perusahaan plat merah yang ada di Pomalaa melalui manajement corporate social responsibilty (CSR) untuk dibuatkan selasar sebab tidak ada salahnya meminta ke perusahaan milik pemeritah itu sebagai bentuk tanggungjawab sosial. Kata Sadaruddin

Sementara Kepala Unit Pelaksana Tekhnis Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabuoaten Kolaka Andi Mustaming apresiasi langkah yang dilakukan oleh Kepala SMP Terapung Pomalaa dalam mengurai simpul permasalahan pendidikan di Kecamatan Pomalaa.

Kontributor : A sappe/A joni

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here