Lasusua, Koran Sultra – Untuk Mengsukseskan Program awal Anggaran Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2017 -2022, Bupati Kolaka Utara Drs. Nur Rahman Umar. MM melakukan Pemaparan Langsung dihadapan Stakeholder bersama Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) dan Kepala Desa (Kades) di Islamic Centre Lantai dasar Masjid Agung Lasusua diDesa Ponggiha Kecamatan Lasusua Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) Sulawesi Tenggara (Sultra), Sabtu (16/12/2017) pagi.

“RPJMD merupakan Penjabaran Anggaran Dasar yang kita pergunakan untuk Program yang akan dilaksanakan selama Lima Tahun kedepan dengan Visi Misi Kedepan “Menjadikan Kolaka Utara salah satu Daerah Madani diProvensi Sulawesi Tenggara,” artinya apa kita sudah melihat Potensi Alam maupun Potensi Masyarakat baik itu Sumber Daya Manusia (SDM) maupun Sumber Daya Alam (SDA), ” ungkap Nur Rahman.

Dari pengkajian kedua Potensi Kedepan dalam Pembangunan akan mengalami Persoalan maupun hambatan Pembangunan dan sebelum kita mengalami hal tersebut kita akan mengantisipasi antara lain dalam visi ini dengan kata lain Kolaka utara menjadi kabupaten madani. yang kita maksudkan dalam Pengertian Kabupaten Madani ini adalah Keserasian dalam semua aspek kehidupan, dimana dalam teori sosial perkembangan suatu daerah dan negara itu akan searah Paralel dengan Rens Mental dan Moral, oleh karena itu, sebelum terjadi hal-hal yang kita tidak inginkan maka kita menciptakan Kondisi Kolut agar supaya Selaras dan Serasi sehingga Keseimbangan Insprastruktur dan Keberhasilan Perekonomian bisa tercapai dengan baik. ungkapnya

“Potensi didaerah Kolut antaranya, PDAM Tahun 2016 Pertumbuhannya PAD mencapai 6,9 persen diatas PAD Provensi yang hanya mencapau 5,1 Persen, tetapi disisi lain Kolut mengalami Implasi, ini kita harus tingkatkan diTahun 2018 nantinya,” terangnya.

Pendapatan PAD Kolut Tahun 2017 sangat minim, kita tidak bisa menambah kesejahteraan kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) tidak seperti dengan Kalimantan, Balik Papan, termaksud DKI Jakarta jauh lebih besar PAD nya, kalau tidak salah golongan III D gajinya kurang lebih Rp. 30 juta. PNS Kolut jangan bersedih hati karena Kesejateraan belum tercapai sudah mau pindah keKolaka. ungkapnya.

“Kasihan saya, siapa lagi yang akan bantu saya diKolut ini, Kalau PNS banyak yang pindah, olehnya itu mari kita berjuang bersama-sama mengangkat PAD Kolut dengan niat kita yang suci dan tulus untuk mengangkat kesejahteraan Masyarakat ditahun 2018 mendatang,” Katanya.

Lanjut Nur Rahman, Penyaluran dana APBD dengan presentase 92 persen di Tahun 2015 dan miningkat diTahun 2016 menjadi 96 persen, saya tidak pernah ragu teman OPD dalam dalam membelanjakan uang pasti habis dan ini terbukti mulai tahun 2012 sampai 2016 kalau kita lihat rata-rata kenaikan belanja menunjukkan angka yang sangat signifikan. jelasnya.

“Tahun 2016 PAD sebanyak Rp. 827,31 Milyar sementara Tahun 2017 PAD turun hingga RP.781 milyar,” lanjutnya.

Tahun 2017 dengan PAD Rp.781 milyar adalah angka-angka yang kita harus Programkan secara Otonom atau secara Administratif ini harus terbagi, saya harus sampaikan kewenangan kita secara Ekonom riil pada Posisi Anggaran RP. 304 milyar kenapa, Anggaran tersebut terbagi, untuk Proyek Infrstruktur, Dinas Kesehatan 10 persen, Dinas Pendidikan 20 persen dan ADD untuk Desa yang nantinya ditersfer langsung kerekeningnya masing-masing. jelas Nur Rahman yang disabut tepuk tangan Kepala Desa
Anggaran selebihnya saya minta dari teman-teman OPD untuk Keiklasannya dan Kesabarannya untuk Pengurangan Pemakaian belanja anggaran untuk biaya-biaya yang lainnya untuk dikurangi, karena dana tersebut untuk menunjang Program Revitalisasi Perkebunan Kakao untuk meningkatkan Perekonomian Kerakyatan. terangnya.

Lahan Perkebunan tanaman Kakao yang dimiliki Masyarakat sekitar 80 ribu Hektar sementara yang tidak Produktif sekitar 43 ribu hektar. Jadi 43 ribu yang tidak produktif inilah yang menjadi sasaran bagaimana melakukan perbaikan tanaman kakao yang banyak terserang hama penggerek batang. ungkapnya.

Dengan Revitalisasi Perkebunan Kakao yang berhasil kami perhitungkan dari 43 ribu hektar bisa meraup keuntungan sekitar Rp. 3,6 triliun Pertahunnya, tetapi perhitungan Bappeda sekitar Rp. 3,2 triliun tetapi dari perhitungan kami dari Tiga Profesor pihak Fakultas Pertanian Makassar, mereka perhitungannya sekitar Rp 3,5 – Rp. 3,6 triliun Pertahun. ungkapnya.

“Ini membuktikan bahwa selama ini Petani kehilangan hasil panen dari 43 hektar sebanyak RP. 3.6 triliun setiap tahunnya,” jelasnya.

Adapun angka Rp. 3,6 Triliun bisa berhasil maka semua sektor akan terangkat secara otomatis , seperti Sektor Jasa, Kesehatan dan Pendidikan, dan yang paling mengambil keuntungan adalah pihak Bank, karena disanalah Petani akan menabung uang hasil Panennya.ngkapnya
Musrembang RPJMD ditutup Oleh Wakil Bupati Kolut, H. Abbas. SE dan dilanjutkan Rapat Koordinasi antar kepala Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) dan Kepala Desa se Kabupaten Kolaka Utara untuk membicarakan Penyerapan Dana Desa agar dapat mendukung Program Revitalisasi Tanaman Kakao didesanya Masing -Masing.

Sebelumnya Bupati Kolut Drs. Nur Rahman Umar. MM bersama Wabup Kolut, H. Abbas. SE melakukan Peninjauan Pembukaan Lahan Pembibitan Tanaman Talas Jepang diDesa Ponggiha dan Kelurahan Lasusua Kecamatan Lasusua Kolut, tanaman Talas Jepang dan Jagung sebagai Tanaman sela yang akan diberikan kepada Para Petani, sebagai Penyambung biaya hidup sehari-harinya sambil menunggu Hasil Panen Tanaman Kakao yang ditanamnya. ungkapnya.

KONTRIBUTOR : ISRAIL YANAS

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here