Kepala Inspektorat Kabupaten Muna Barat, Drs. Hainuddin, bersama Wakil Kapolres Muna

Laworo, Koran Sultra – Keberadaan tim sapu bersih (saber) pungutan liar (pungli) Kabupaten Muna Barat (Mubar), dinilai sebagai bentuk perlindungan terhadap Masyarakat dari praktek atau kegiatan pungutan liar. Hal ini sebagaimana dikemukakan Kepala Inspektorat Kabupaten Muna Barat, Drs. Hainuddin ketika berbincang dengan awak media ini, Senin (22/1) di ruang kerjanya.

“Titik keluarnya SK ini (SK tim Saber Pungli Mubar), langkah- langkah adalah akan diadakan koordinasi dengan pihak- pihak, terkait dengan tim ini. Untuk melakukan sosialisasi kepada seluruh pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Camat dan Kepala Desa lingkup Pemerintahan Daerah (Pemda) Mubar. Intinya adalah seluruh aparatur penyelenggara pemerintahan daerah jangan coba- coba untuk memberi atau menerima suap dari siapapun. Ini adalah perintah undang- undang,” ujarnya.

Lanjut Ia mengatakan, Tim Saber Pungli tersebut akan bekerja secara maksimal dan profesional dalam melakukan pemantauan atau pengawasan terhadap system pelayanan di lingkungan Pemda Mubar. “Dihimbau kepada seluruh Masyarakat, agar dalam berurusan untuk tidak memberi suap kepada aparatur penyelenggara pemerintahan. Kalau ada kewajiban membayar sesuai ketentuan atau aturan yang ada. Bupati (LM Rajiun Tumada) menerbitkan SK ini (SK Tim Saber Pungli, red) untuk melindungi Masyarakat,” ungkapnya.

Ia menambahkan, Tim Saber Pungli itu, akan bekerja secara menyeluruh sesuai kewenangan atau ketentuan yang ada. Yakni sebagai bentuk tindak lanjut atau mengacu pada Instruksi Presiden Republik Indonesia (RI), yang diatur dalam Peraturan Presiden No 87 tahun 2016 tentang satuan tugas pungutan liar. Yang arahnya untuk mewujudkan system atau tata kelola Pemerintahan yang baik (Good governance) dan bersih (Clean governance).

KONTRIBUTOR : RONAS PARINI

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY