Kolaka, Koran Sultra – Pergantian Kepala SMA 1 Kolaka yang dilakukan pada sabtu 27/01 akhir pekan kemarin menimbulkan tanda tanya di kalangan dewan guru sekolah itu, pasalnya pergeseran pucuk pimpinan dari Abdul Aris ke Ustad Ahmad yang dilakukan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara melalui Kepala Bidang GTK ( Guru dan Tenaga Kependidikan ) Ahmad, terkesan mendadak tanpa ada pemberitahuan lebih awal.

Kepala SMA 1 Kolaka Abdul Aris sangat menyayangkan pergeseran atas dirinya dan menganggap apa dilakukan oleh dinas provinsi di Aula SMK Negeri 1 Wundulako sabtu kemarin “terkesan” sangat tidak profesional sebab pada surat keputusan yang ditanda tangani oleh Kadis P dan K Provinsi Sultra Damsik, dimana tidak tertera nomor dan tanggal. Kata Aris

Kendati demikian menurut Aris apa yang terjadi hari ini merupakan sebuah dinamika dan tidak perlu dibesar-besarkan.

” pergantian pucuk pimpinan di sekolah adalah dinamika dan ini merupakan hal biasa terjadi dan tidak perlu dibesar-besarkan ” ungkap Abdul Aris pada media ini.

Ditempat terpisah Kepala perwakilan Dinas P dan K provinsi sulawesi tenggara wilayah Kabupaten Kolaka dan Kolaka Utara Marwan Akase tidak tahu terkait adanya rolling kepala sekolah diwilayah kerjanya sebab belum ada penyampaian baik secara tertulis maupun lisan.

Bahkan Marwan Akase menganggap pergeseran yang dilakukan oleh Kepala Dinas P dan K Provinsi Sulawesi Tenggara melalui kepala bidang GTK tidak prosedural sebab pada Surat Keputusan pelantikan tidak dicantumkan nomor dan tanggal, dan harusnya dihadirkan juga sebagai saksi pada pelantikan Kepala Sekolah di aula SMK 1 Wundulako sabtu kemarin sebab hal itu berada di wilayah kerjanya.

“Seharusnya pihak Dinas P & K Prov.Sultra mengundang saya untuk menjadi saksi pada pelantikan Kepala Sekolah yang dilaksanakan hari sabtu kemarin sebab hal itu berada di wilayah kerja saya”. Ungkap Marwan Akase.

KONTRIBUTOR : ASRI JONI

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY