Raha, Koran Sultra – Ramadhan Ako selaku ketua Umum PC. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Muna, menilai isu yang beredar, bahwa pemecatan Zuhdi Mulkian dari caretaker Ketua KNPI Muna merupakan permainan dari orang yang tidak bertanggung jawab dan tidak mampu bersaing secara intelek.

Persoalan dan polemik yang terjadi ditubu KNPI Muna,telah menjadi persoalan serius bagi tata cara berorganisasi yang baik. Secara perlahan tapi pasti keterlibatan KNPI terhadap eksistensi pemuda yang mempunyai peran sebgai ahli waris serta penerus cita-cita bangsa sesuai koridor yang berdasarkan pancasila dan UUD 1945.

“konsep dan gagasan padahal faktanya adalah itu hanya sebuah evaluasi yang memang harusnya di lakukan oleh pimpinan provinsi kepada pimpinan di kabupaten/kota di dalam suatu organisasi yang terstruktur, “ujar Ramadhan Ako, Selasa (6/2).

IKLAN KPU

Tapi,kemudian yang seringkali tejadi adalah perebutan kursi di kepemimpinan suatu organisasi telah mencederai tujuan mulia dari seseorang pemimpin yang betul-betul iklas dan fokus untuk mengurus organisasi,persaingan yang seharusnya menjadi sebuah pertarungan.

“intelektual hanya di jadikan sebagai sebuah formalitas yang kemudian berubah menjadi pertarungan mencari nama dan pengaruh sehingga menjadi pertarungan yang tidak sehat dan bersih. Saya juga percaya bahwa Zuhdi Mulkian memang betul-betul di inginkan oleh kaum pemuda untuk memipin di KNPI Muna,” paparnya.

Penilaianya Ramadhan, Zuhdi Mulkian merupakan orang yang fokus dan menyiapkan komposisi kepengurusan KNPI Muna, seperti yang beliau katakan di salah satu media online, bahwa dia yakin KNPI Muna akan secepatnya terbentuk kepengurusan yang baru karena di dukung oleh orang-prang yang konsisten dalam membesarkan organisasi degan baik.

“bahkan dia berjanji jika dalam wktu tiga bulan dia tidak membentuk KNPI Muna defenitif,maka dia meminta kepada ketua KNPI sultra untuk mencarikan pengganti, maka seperti ini memang sudah sepatutnya kita dukung, “imbuhnya.

KONTRIBUTOR : BENSAR

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here