[caption id="attachment_13984" align="aligncenter" width="699"] Alm. H.Remas Kusuma Djaya (Kiri Ujung) saat menghadiri UKW Gel II di salah satu hotel di kendari.[/caption]
Kendari, Koran Sultra – Kabar duka datang dari salah satu wartawan senior di Sulawesi Tenggara, H. Remas Kusuma Djaya tutup usia, Jum’at 6/04 malam. Almarhum meninggal dunia di kediamannya di Jalan Wijaya Kusuma ( Kemaraya Kendari ).

Almarhum tercatat sebagai salah satu Anggota Persatuan Wartawan Indonesia ( PWI ) Sulawesi Tenggara sejak tahun 1984 silam hingga almarhum menutup mata diusianya yang ke 71 tahun. Almarhum juga pernah menjabat sebagai ketua dewan kehormatan PWI Propinsi Sultra.

Pria kelahiran 6 Januari 1947 ini dimata teman – temannya merupakan sosok yang tegas dan disiplin, namun beliau juga orangnya humoris. Demikian diungkapkan Pimpinan Redaksi koransultra.com Andriansyah Siregar, Sabtu 07/04.

Andriansyah mengatakan awal jumpa almarhum tujuh tahun yang lalu dirinya mendapat motivasi melihat semangat yang ada pada sosok H. Remas ” Semangat yang dimiliki Almarhum dalam berkarya didunia jurnalis sangat tinggi dan sangat saya apresiasi dengan usianya yang sudah mulai senja ” katanya.

” Terakhir saya berjumpa beliau saat kegiatan HUT PGRI di Besulutu 2017 lalu, dimana saat itu PWI Sultra kebetulan ada kegiatan safari jurnalistik dengan pemkab Konawe” kenang Andriansyah yang juga Anggota PWI Sultra.

Beliau orangnya baik, tegas, disiplin dan juga humoris, Lanjutnya. ” Saya turut berduka cita atas berpulangnya kerahmatullah H. Remas Kusuma Djaya pada jum’at kemarin, semoga amal ibadah almarhum diterima disisi allah swt dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan” Tutur Pimpinan Redaksi koransultra.com ini.

” Selamat Jalan seniorku, semoga semangat jurnalis mu tetap hidup bersama dengan kami. Dirimu akan selalu kami kenang” Tutupnya.

Dikutio dari sultrakini.com H.Remas Kusuma Djaya adalah “kakeknya” wartawan di Kendari. Melakoni profesi wartawan kurang lebih 40 tahun. Memulai keriernya sebagai reporter sekaligus penyiar RRI pada tahun 1970 hingga 1979. Kemudian pada tahun 1982 hingga 1996 ia menjadi wartawan Mimbar Depdagri. Ini terkait dengan kapasitasnya sebagai PNS waktu itu.

Bersamaan dengan itu, Remas yang sarjana muda pendidikan ini, menjadi kameramen TVRI Pemda Sultra. Ia juga pernah menjadi Humas di Unhalu (1974-1978) dan Humas Pemda Sultra (1978-1999).

Sedangkan di pers umum Remas pernah menjadi wartawan Harian Angkatan Bersenjata Jakarta (1984-1989), kemudian wartawan harian Suara Pembaruan dan Suara Karya.

Seiring dengan perjalanan jurnalistiknya tersebut Remas juga banyak mengenyam pendidikan non formal misalnya penataran biro penerangan dan mass media yang diselenggarakan DPP Golkar se-Indonesia di Jakarta pada tahun 1975, pelatihan penulisan karya ilmiah LIPI se-Indonesia di Pontianak Kalimantan Barat 1982, penataran kehumasan tingkat nasional dan kursus kewartawanan tingkat nasional di Jakarta pada tahun 1987 dan 1995.

EDITOR : REDAKSI

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY