Wakatobi, Koran Sultra– Program Pendidikan Bersinar yang digagas Pemerintah Kabupaten Wakatobi telah terealisasi sejak tahun 2017.

Warga diminta manfaatkan bantuan ini, selain siswa Sekolah Dasar (SD) dan pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP), beasiswa ini juga diperuntukan bagi seluruh Mahasiswa strata satu (S1) asal kabupaten Wakatobi yang memenuhi syarat.

Program ini perdana disalurkan tahun 2017. Sayangnya, tidak mencapai target sehingga daerah harus melakukan pengembalian uang ke negara yang jumlahnya Rp 600 juta.

Padahal Pemkab Wakatobi telah menganggarkan program ini melalui anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) sebesar Rp 1,54 miliar dalam setahun. Sayangnya, hanya sedikit masyarakat yang memanfaatkan bantuan pendidikan tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan  (Dikbud) Kabupaten Wakatobi, Nur Saleh, mengaku tahun ini program dengan anggaran yang sama diupayakan bisa tersalur seluruhnya. Ia meminta seluruh masyarakat khususnya para mahasiswa bisa memanfaatkan bantuan tersebut dengan menyetor berkas sebagai syarat.

“Kami yang akan memeverifikasi berkas pemohon, apakah memenuhi syarat atau tidak. Tapi kita berharap agar anggaran sebesar ini bisa dihabiskan tahun ini,” ujarnya.

Sementara itu. Kepala Bidang Paud Dikbud  Kabupaten Wakatobi, Salama, menyebut peserta yang menerima beasiswa prestasi ini pada tahun 2017 hanya sebanyak 70 orang untuk mahasiswa S1. Sebanyak 15 orang lainnya adalah mahasiswa kedokteran.

“Empat orang yang merupakan mahasiswa telah masuk MoU sebelumnya. Dari nominal ini kita terpaksa harus mengembalikan anggaran sebesar Rp 600 juta karena tidak habis,”  ungkap Salama.

Tahun 2018, program tersebut juga mendapat jatah yang sama dari APBD. Pihak Dikbud Kabupaten Wakatobi bahkan kini mulai menerima berkas dari para mahasiswa yang ingin mendapatkan beasiswa prestasi ini. Pihaknya berharap agar tidak ada lagi pengembalian  uang negara tahun ini.

KONTRIBUTOR : SURFIANTO NEHRU

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here