Kolaka, KoranSultra.Com – Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) untuk Pendidikan Kesetaraan Menengah Paket C setara SLTA di Kolaka mulai berlangsung jumat tanggal 27 hingga 30 April 2018. Salah satu pelaksana Ujian kesetaraan tersebut berlangsung di Satuan Pendidikan Nonformal Sanggar Kegiatan Belajar (SPNF SKB) Kolaka. Untuk tahun ajaran 2017-2018 di SKB Kolaka diikuti sejumlah 83 orang peserta yang terdiri atas laki-laki 55 orang dan perempuan sebanyak 28 orang.

Ketua Pelaksana UNBK SPNF SKB Kolaka, Fidyal, S.Pd, mengatakan bahwa Pelaksanaan UNBK secara mandiri oleh SPNF SKB Kolaka, merupakan UNBK pertama yang dilaksanakan oleh Satuan Pendidikan Non Formal di kabupaten Kolaka bahkan di Provinsi Sulawesi Tenggara. Kata dia, pelaksanaan ujian berbasis komputer ini ini dapat diselenggarakan karena SPNF SKB Kolaka telah memiliki sarana penunjang pelaksanaan ujian seperti
Laboratorium Komputer.

“Meski jumlah komputer yang kita miliki belum sebanding dengan jumlah siswa peserta ujian, namun setidaknya kita dapat melaksanakan UNBK ini sesuai dengan arahan dari Pemerintah saat ini. Meski tahun ini kita baru memiliki 15 unit Komputer namun setidaknya peserta ujian sebanyak 83 orang dapat mengikuti seluruh jumlah bidang studi ujian yang berjumlah 6 pelajaran dengan waktu 3 hari ujian,” terang Fidyal.

Dirinya berharap semoga pada pelaksanaan ujian ini seluruh peserta dapat mengikuti seluruh mekanisme ujian yang telah ditentukan oleh Pemerintah Pusat dalam hal ini Direktorat Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan Dirjen PAUD dan DIKMAS Kementerian Kebudayaan.

“Sebagai Pelaksana Ujian Nasional berbasis komputer, kiranya tahun mendatang kami senantiasa mendapat dukungan berupa sarana pembelajaran dan prasarana baik berupa gedung atau kampus SKB, baik dari pemerintah daerah Kabupaten Kolaka maupun pemerintah pusat, sehingga Penyediaan layanan Pendidikan nonformal yang menjadi bagian dari visi dan misi pembangunan Pemda Kolaka akan menjadi perhatian pemerintah pusat untuk menjadikan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kolaka masuk dalam kategori SKB unggulan tahun 2019 Se-Indonesia.

Sementara itu, Kepala SPNF SKB Kolaka, Suryono, S.Pd.M.Pd yang ditemui mengatakan bahwa saat ini pihaknya mulai mencoba membangun Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) sebagai sekolah alternatif bagi anak usia
didik. Untuk mencapai tujuan tersebut kata kepala SKB Kolaka yang telah menjabat selama 8 tahun itu ada dua contoh cara untuk menjadikan SKB sebagai sekolah alternatif yaitu merahabilitasi atau membangun SKB
baru.

“Ada dua cara untuk menjadikan SKB sebagai sekolah alternatif yaitu merehab SKB lama dari model bangunan
seperti bangunan sekolah menjadi kampus yg mirip politeknik atau SMK unggulan. Atau dengan cara
membangun SKB baru atau cabang yang lama yang dibuat dengan model bangunan gaya anak zaman now.
Insya Allah jika ini terlaksana maka tujuan Pendidikan Luar Sekolah akan mampu tercapai. Apalagi Kedua cara
ini sesuai dengan petunjuk dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,” terang Suryono.

Kontributor : Hamdan

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here