penandatanganan dua nota kesepahaman, antara Kapolres Konsel dan Bupati Konsel. Adapun isi dari nota kesepahaman yaitu, Penetapan Desa Lapoa, Kecamatan Tinanggea untuk menjadi ‘Pilot Projeck’ kampung kamtibmas, serta pembangunan 1000 pos kamling disetiap Dusun di Konsel. Foto : Risal Asnandar

Andoolo, KoranSultra.Com – Dalam rangka mencegah adanya faham radikal dan terorisme di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara, tiga pilar antara Kepala Desa, Babinsa, dan Babinkamtibmas mengadakan apel besar di halaman kantor Polres Konsel, Senin (28/5/2018).

Apel besar itu, Bupati Konawe Selatan Surunuddin Dangga, berperan langsung sebagai Pemimpin Apel, didampingi Kapolres Konsel AKBP Hamka Mappaita, Dandim 1417 Kendari Letnan Kolonel Kav Eko Hermawan Yuniarso, Wakil Bupati Konsel Arsalim Arifin, serta Ketua DPRD Konsel Irham Kalenggo, yang di ikuti Camat, Lurah, Kepala Desa, Babinsa, serta Babinkamtibmas se Konsel sebagai peserta apel.

Usai menggelar Apel Besar, dilanjutkan penandatanganan dua nota kesepahaman, antara Kapolres Konsel dan Bupati Konsel. Adapun isi dari nota kesepahaman yaitu, Penetapan Desa Lapoa, Kecamatan Tinanggea untuk menjadi ‘Pilot Projeck’ kampung kamtibmas, serta pembangunan 1000 pos kamling disetiap Dusun di Konsel.

IKLAN KPU
Apel Tiga Pilar di Polres Konsel Foto: Risal Asnandar

Kapolres Konsel AKBP Hamka Mappaita menuturkan, jika sinergitas dan kekompakan tidak hanya dibebankan pada TNI dan Polri, tetapi semua instrumen negara juga berperan dalam memberikan pelayanan prima serta rasa aman terhadap seluruh masyarakat Konsel.

”Untuk itu perlu adanya kepedulian semua pihak, sebagai wujud tanggung jawab dan pengabdian pada bangsa dan negara,” ujar Kapolres Konsel AKBP Hamka Mappaita.

Dalam kesempatan itu, juga dibentuk ‘Forum Grup Discution’ yang tergabung antara Lurah, Kades, Bhabinkamtibmas serta Babinsa di wilaya hukum Polres Konsel di Aula Pesat Gatra.

Apel Tiga Pilar di Polres Konsel Foto: Risal Asnandar

Kapolres Konsel juga menekankan jika dalam pemeliharaan kamtibmas, khususnya dalam mencegah faham radikal dan terorisme bukan hanya di bebankan kepada TNI dan POLRI.

”Tetap perlu adanya sinergitas dan kekompakan semua pilar, serta instrumen negara lainnya. Guna memberikan pelayanan dan rasa aman pada seluruh masyarakat Konsel. Oleh karena itu perlu adanya kepedulian oleh semua pihak sebagai wujud tanggung jawab dan pengabdian kepada bangsa dan negara,” ketusnya.

Kontributor. Risal Asnandar

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here