Raha,Koran Sultra – Statemen Kepala Bidang Anggaran Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Muna pada senin kemarin terkait besaran anggaran Tunjangan Hari Raya (THR) untuk 30 orang anggota DPRD Muna yang mencapai Rp. 1 Miliar menuai reaksi keras dari sejumlah legislator didaerah ini.

Pernyataan La Ode Abdul Salam (Kabid Anggaran BPKAD) ini bahkan diminta untuk meralat jumlah besara anggaran THR yang menurut anggota DPRD Muna nilainya cukup fantastis dan dikhawatirkan bisa menimbulkan kisruh ditengah persoalan belum terakomodirnya THR untuk para tenaga honorer didaerah ini.

Awal Hisabu salah satu anggota DPRD Muna Komisi III, dengan tegas meminta agar Kabid Anggaran mengklarifikasi pernyataannya.

” Kenapa mengeluarkan pernyataan yang tidak benar, jangan sampai menjadi asumsi publik tanggapannya lain, apa lagi issu panas para honorer tidak mendapatkan THR,”Ujarnya pada awak media, Rabu (6/6).

Dikatakannya anggaran yang disebutkan tidaklah sebesar apa yang disampaikan, ” Kalau kita merinci THR dari 30 anggota DPR perkepala Rp.4 juta lebih ditotal kurang lebih Rp.120 juta sekian,” sambungnya.

Lain juga, Irwan yang juga anggota DPRD Muna Komisi I mengatakan dirinya bahkan mengaku kebingungan rujukanya dari mana dengan dana sebesar itu.

” Kalau kita merujuk Keputusan Presiden tidak sampai Rp.1 Miliar, THR berdasarkan keppres sampai Rp.15 perorang, tapi tergantung pemda muna,”paparnya.

La Ode Abdul Salam SSI kepala bidang Anggaran, Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Muna, dihubungi lewat via handphonenya mengatakan, untuk THR 30 anggota dewan itu Rp.128 juta lebih.

“Jadi yang Rp. 1 Miliar lebih itu adalah untuk gaji 30 anggota dewan bulan Juni,”jelasnya.

KONTRIBUTOR : BENSAR

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here