Tampak sat pol pp tengah membersihkan reruntuhan plafon yang berserakan

Raha, Koran Sultra – Proyek Pembangunan RSUD Kabupaten Muna Provinsi Sulawesi Tenggara yang sebelumnya PT Waskita selaku Kontraktornya, proyek ini menelan anggaran Rp 87 miliar yang bersumber dari pinjaman Pemda pada Pusat Investasi Pemerintah (PIP), Ironisnya kini proyek ini mulai mengalami kerusakan dibeberapa titik seperti rangka plafon gypsum diteras ambruk bahkan sebelumnya terjadi didalam ruangan.

Plafon teras tersebut, termasud jalan pintu utama Rumah Sakit (RS), beruntung saat kejadian runtuhnya plafon ini tidak menelan korban jiwa, plafon yang menggunakan baja ringan ini diduga pakunya berkarat sehingga ambruk.

“Memang sebagian ambruk, jadi kami teruskan untuk membongkar plafon ini secara keseluruhan, untuk mengantisipasi, “ujar Pol PP yang sedang bertugas saat diwawancarai, Jumat (3/8) sekitar pukul 08.30 Wita.

Disela sela pembongkaran plafon, keluarga pasien Bure (35) mengatakan, heranya juga plafonya bocor kalau hujan, padahal teras ini dicor.

“Untung saja tidak ada korban, padahal saya lihat pakunya semua berkarat, kira kira tidak mampu menahan beban, ” Tuturnya.

Padahal pembangunan RSUD, menelan anggran tambahan dari pemda, sebesar Rp 12 miliar untuk menuntaskan bangunan RS. APBD 2016 pengadaan lift sebesar Rp 3,6 miliar. Jadi masih kurang Rp 4 miliar untuk bangunan VIP dan kekurangan lantai 1 serta lantai 2 dan DPRD masi trus mengagarkan sebab pembangunan RSUD yang megah tersebut belum tuntas, masih membutuhkan anggaran.

KONTRIBUTOR : BENSAR

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here