Kolaka, Koransultra.com – Warga di Desa Ranojaya, Kecamatan Toari, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, terpaksa patungan membeli mesin pompa air. Pasalnya, mesin pompa air yang sebelumnya telah dianggarkan melalui Dana Desa kini telah rusak akibat mesin yang dibeli oleh pemerintah diduga kualitas murah, sehingga peluang untuk rusak besar.

“Sebelumnya memang ada mesin pompa air yang dibeli pak Desa, namun mesin tersebut telah rusak. Sehingga untuk mengakali agar kebutuhan air bersih warga terpenuhi, kami patungan untuk beli mesin pompa air baru,” ungkap Miyanto warga asal Desa Ranojaya.

Kata Miyanto, warga setempat terpaksa patungan membeli mesin pompa air sebab, paska rusaknya mesin tersebut, kades tidak ada lagi niat untuk membeli yang baru.

“Alasanya, program sumur bor untuk air bersih katanya sudah selesai. Jadi kami disuruh untuk usaha sendiri, atau membeli sendiri mesinnya,” ucapnya.

Tidak hanya itu, selain pompa air, warga juga mengeluh akan air yang mengalir ke rumah mereka.

Warga juga sayang kan pengadaan air bersih anggaran senilai Rp 45 juta itu tidak sesuai peruntukannya alias asal- asalan.

Keluhan akan program air bersih juga diungkapkan Salimudin, warga asal desa setempat. Salimudin justru tidak paham dengan penggunaan dana desa di wilayah tersebut, yang menurutnya pengelolaannya tidak begitu transparan.

“Sumur Bor ini hanya menggunakan satu tower penampung, dan satu profil Tank, itupun ada dua unit dengan anggaran keseluruhan Rp 108 juta. Kami pikir itu sudah lebih dari cukup untuk Sumur Bor ini mengalir kerumah warga,” katanya.

Dikatakannya pihaknya cukup heran, sebab mesin pompa air yang rusak justru dibebankan ke warga untuk patungan.

“Yang menjadi pertanyaan saya, kemana dana yang begitu banyak yang diprogramkan oleh kades biar untuk membeli Pompa Air saja kok masih dibebankan kepada warga,” terang Salimudin.

Sementara itu salah satu aparat Desa Ranojaya Turtono SP menuturkan, jika pihaknya tak pernah menyuruh warga untuk membeli mesin pompa air,  namun pak Kades hanya menyarankan agar warga bentuk pengurus baru sumur bor.

“Pak desa itu tidak pernah untuk menyuruh warga beli mesin, itu karena warga butuh air makanya terpaksa warga patung patungan untuk membeli mesin pompa air,  tapi itu juga kami akan mengkoordinasikan dengan Pak Kades,” tutupnya.   

Kontributor : Asri Joni

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here