Ilustrasi

Randa, Koransultra.com – Halim seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) mangkir dari pangilan Jaksa, sedangakan Amin Rambega eks ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Muna, Sulawesi Tenggara, alhasilnya mengakui memiliki proyek.

Kejaksaan Negeri (Kajari) Muna, terus melakukan penyelidikan terhadap kasus Dana Alokasi Khudus (DAK) tahun 2015 menelan anggaran Rp, 200 Miliar.

“Untuk pemeriksaan Halim tidak hadir kemarin, sementara Amin Rambega, sudah mengakui jika memiliki proyek dan mengunakan persuhan oranglain,” ujar La Ode Abdul Sofya SH MH, Kasi Intel Kejari Muna, Senin (15/10/2018).

IKLAN KPU

Kata sofyan, Amin Rambega memiliki dua paket, pekerjaan pengaspalan jalan dengan rute, Bonetondo-Marobo dan bonekasital-Bonetondo, Kecamatan Marobo.

“Ia mengakui, jumlah dua paket sebeser Rp. Rp. 6,1 Miliar yang bersumber dari DAk. Kita sudah turun kelokasi mengecek fisik ternyata jalannya sudah lama rusak,” cetusnya.

Lanjutnya, Halim sebagai PNS Pemda Muna, ia memiliki proyek dari DAK diduga bermasalah.

“Dia bersangkutan dengan mengerjakan proyek DAK yaitu jalan poros di Pokadulu – Motewe dengan nilai lebih Rp 4 M. Indikasinya jalan tersebut baru beberapa minggu dikerjakan sudah rusak parah,” paparnya.

Apakah dua orang pemeilik proyek tersebut, berpotensi sebagai tersangka? Dengan modus yang sama, yang mengunakan bendera oranglain.

“kita akan evaluasi dulu semuanya baru kita tentukan siapa tersangka baru,” sampainya.

Pihak Kejari, telah memeriksa pekerjaan sebanyak 60 paket dengan nilai 90 Miliar mayoritas inflastruktur

“60 paket proyek baru usulan Pemda, kemudian ada yang bersifat reguler yang jumlahnya ratusan miliar. Semua proyek dikerjakan menyeberang tahun, ” timpanya.

Kontributor : Bensar

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here