Bupati Muna, LM Rusman Emba, usai menggelar upacara peringatan hari sumpah pemuda, Foto : Bensar

Raha, Koransultra.com – Peringatan keras buat Pemerintah Daerah Kabupaten Muna, jika APBD masih saja alot, ada kemungkinan besar daerah dengan julukan SOWITE (Cinta Tanah Air) ini, tidak kebagian APBD Perubahan dari Provinsi tahun ini 2018.

IKLAN KPU

“Ada tenggang waktu dari Provinsi untuk penyerahan dokumen pembahasan APBD Perubahan, yaitu hingga 31 September mendatang. Kemudian ada titik temu antara TPAD dan pihak DPRD dalam rentang waktu satu dua hari guna membahas APBD,” kata Bupati Muna, LM Rusman Emba, usai menggelar upacara peringatan hari sumpah pemuda.

Kata Rusman Emba, pihaknya telah menerima surat dari Pemerintah Provinsi atas deadline penyetoran draf RAPBD-P hingga 31 September 2018.

Menyikapi surat tersebut, Bupati Muna mengatakan dalam waktu dekat pembahasan APBD bakal dilakukan.

“Pembahasan APBD-P yang baru dimasukkan pada dua hari lalu di DPRD merupakan persoalan teknis. Selain itu keterbatasan menunggu Dana Bagi Hasil (DBH) dari Provinsi,” katanya, Senin 29 Oktober.

Selain itu kata Rusman, DBH juga baru keluar. Sedangkan pada tanggal 15 finalisasi dari provinsi. Sehingga akan diramu semua, ketika kita bahas khususnya dalam penambahan penganggaran harus paripurna.

Dalam ketentuan undang-undang pembahasan APBD-P seharusnya bulan Juli, namun karena faktor kebiasaan, APBD-P dibahas dibulan november. Selain itu juga ada kaitannya dengan menunggu dana pinjaman.

“Ada rangkaian dengan dana pinjaman, konsekuensi provinsi dana pendampingan dari APBD-P sebagai prasyarat untuk pinjaman, ” terangnya.

Anggaran APBD-P dialokasikan pada kegiatan yang bersifat urgensi terutama terkait pembayaran tunjangan honorer RSUD maupun kegiatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).

“Karena ada surat dari provinsi sehingga pembahasan APBD-P akan dipercepat,” ujarnya.

Kontributor : Bensar

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here