Sahrul Beddu

Kendari, Koransultra.com – Generasi milineal alias generasi baru adalah generasi individu yang keradtif. Generasi tersebut banyak bekecimpung menjadi seniman, penggiat media soasial bahkan aktivis.

“Generasi milenial atau anak muda juga harus peka akan kondisi politik kekinian. Tujuannya sebagai kontrol dan mengkritisi apa yang terjadi di negara khususnya daerahnya,” terangnya (29/11/2018).

Politikus Partai Golongan Karya (Golkar) ini yeng telah lama berkecimpung di dunia politik ini berpandangan, salah satu upaya agar generasi muda ikut berpartisipasi berpolitik adalah dengan membaca dan mendalami sejarah.

IKLAN KPU

Caranya, saat ini teknologi sudah mulai hadir dalam kehidupan sehari-hari. Berbagai informasi soal politik dan sejarah juga bisa diperoleh.

“Generasi milenial dapat berperan lebih aktif dalam politik praktis di Indonesia. Dengan penguasaan IT dan sistem komunikasi terkini, kita sangat optimis akan dapat mewujudkan cita- cita bangsa dan negara, khususnya sistem tata nilai berdemokrasi di Indonesia,” ucapnya.

Selain itu, lanjutnya, pemahaman politik sejak dini juga harus diperkenalkan. Seperti membuat talk show, seminar yang menghadirkan aktivis muda. Hal ini bisa dilakukan oleh mahasiswa dan sejumlah organisasi kepemudaan.

Sahrul Beddu menilai, cara berpikir generasi milenial saat ini lebih luas ketimbang anak muda di masa lalu. Generasi milenial dapat berperan besar untuk membangun bangsa.

“Anak-anak muda ini bisa mengawal Pemilu yang nantinya digelar serentak di 2019 nanti,” ungkapnya.

Kontributor : duL/Koransultra.com

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here