Hj. Huzulia, S.sos, M.si.

Baubau, Koransultra.com – Bergumam di dunia politik bukanlah hal baru buat Hj. Huzulia, S.sos, M.si. Duduk dua periode di kursi DPRD Kota Baubau tak lekang akan sosok lemah lembutnya, dirasanya pun belum cukup. Semangat dan optimismenya kembali menapakan langkah perjuangan demi aspirasi rakyat yang belum terselesaikan.

“Dua periode di dapil I ini saya rasa belum cukup, belum semua aspirasi kita bisa perjuangkan, ini yang buat saya bersemangat dan optimis dengan berbagai aspirasi yang belum terwujud”, ungkap ibu lima orang anak pada wartawan koransultra.com saat ditemui dikediamannya di Jalan Hayam Wuruk Kota Baubau (14/2018), sekitar pukul 23.00 wita.

Aspirasi masyarakat belum terakomodir, peluang besar baginya mengetahui aspirasi rakyat patut diperjuangkan tentu didalam fungsi DPRD (legislator, mengawasi, anggaran)

Menurutnya, pengawasan peraturan Perda sangat penting agar tidak memberatkan masyarakat Kota Baubau, sesuai dengan kebutuhan rakyat, koneksitasnya dapat mencapai keinginan masyarakat yang berkesinambungan.

“Kita lihat apa persoalan di masyarakat, sesuaikan koridor yang benar, mulai penegakan aturan, kalau aturannya benar maka kebenaran itu yang harus kita jaga bersama, berada di rel yang benar agar memuaskan masyarakat”,tegasnya.

Dapil I, Khususnya Kelurahan Bone-Bone merupakan masyarakat pesisir yang masa depannya masih bergantung pada laut (nelayan), besar kecilnya nafkah hasil lautlah patokan masa depan mereka.

Butuh Perjuangan yang serius untuk mewadahi, “Pun kita duduk di DPRD berapa pun kita beri, kita cakupkan yang diperlukan namun itu saja tidak mencukupi, kita wajib lihat wadah apa yang tepat diberikan, sebab tidak akan perna sama hasilnya kalau hanya kita beri sepintas saja”,Tutur Caleg Fraksi Gerindra ini

IKLAN KPU

Tambahnya, “Kesungguhan Pribadi saya, Jika Tuhan memberi kekuasaan dan Rezeki lebih, menangis batin saya maka diposisi garis masyarakat yang dibawah garis kemiskinan itu menjadi tanggungjawab saya”.

Sumber Daya Manusia (SDM) Era Milenial tentu pihak eksekutif harus lebih memahami, infrastruktur sebagai wadah pemerintah dalam memodernisasikan kebutuhan daerah, masyarakat dibawah garis kemiskinan butuh perhatian pemerintah.

Ungkapnya, “Infrastruktur tetap diberikan, tapi kita juga wajib utamakan SDM supaya berpikirnya lebih luas, dapat menyentuh lebih kedalam lapisan masyarakat, supaya segala bantuan tidak diolah sepintas saja, kita ciptakan kesinambungan yang bermutu dan berwawasan”.

Tambahnya, “Kedudukan ekonomi saat ini belum begitu maksimal terjadi, belum tersentuh dengan baik, segelintir saja yang bisa mendapatkan bantuan masyarakat, pemerintah lebih gesit membangun SDM supaya kemandirian itu terbangun”.

Saat ini, Pemilu 2019 banyak menghadirkan peran pemuda berkesempatan sama duduk di legislatif, sistem politik yang bervariatif dan inovatif sesuai karakter para politisi.

“Saya lihat politik pemilu 2019 kedepan akan sedikit memanas, banyak caleg baru yang masih muda, mungkin mereka belum tau sungguhnya bagaimana didewan, salah satu yang saya dapatkan kalau mereka terpilih akan merubah sistem yang ada didewan, mungkin mereka belum tau bahwa didewan ada tata tertib (tatib), kita mau rapat atau kita mau kemanapun ada tatib, jadi cukup krusial”.

Tambahnya, “Persaingan dalam politik boleh saja, tergantung karakter masing-masing, saya harap dalam mencari suara tidak dengan menjelekkan calon lain untuk bisa mendapatkan suara, perlu kedewasaan dalam berpolitik, Ajing menggonggong kafilah berlalu”.

“Prioritas tetap tertuju pada masyarakat, bagaimana bentuk perhatian, bila menjajikan sesuatu janganlah yang bukan kewenangan kita, kalau secara pribadi bisa saja kita berikan kebutuhan yang seyogyanya, misal orang tuanya sudah tidak ada, dan ingin sekolah,” pesannya.

Kontributor : Muhlis

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here