FPR-K Terbentuk, Jawaban Rakyat Kecil

Baubau, Koransultra.com – Forum diskusi (Konsolidasi) dihadiri oleh Aktivis dari beberapa lembaga se-kota Baubau dan wartawan, menelaah segala isu krusial pada pemerintahan serta menetralisir segala persoalan se-kepulauan buton (kepton) dan ditetapkannya Forum Peduli Rakyat Kepulauan Buton (FPR-K), berlokasi di One Coffee Kota Baubau (22/12/2018), pukul 23.30 wita.

Pimpinan forum diskusi La Ode Tuangge sekaligus presidium terpilih pada FPR-K, menuturkan “Pertama saya berterimakasih kepada kawan-kawan semua yang sudah memberi mandat kepada saya sebagai ketua presidium FPR-K sebagai wadah untuk perjuangan tentang persoalan rakyat dari berbagai kebijakan pemerintah yang hadir saat ini”.

IKLAN KPU

“Dengan terbentuknya FPR-K, tentu akan menambah fungsi kontrol kita terhadap pemerintah, yang mana banyak problem seperti kasus pelanggaran hukum sampai pada kebijakan pemerintah”, tegasnya pada wartawan media koransultra.com

Masih berlanjut, isu demi isu menjadi bahan pembahasan pada diskusi alot sampai kurang lebih empat jam, dari semua pembahasan isu krusial sampai tercetusnya lembaga forum (konsolidasi), seyogyanya mengecilkan penderitaan rakyat di era modernisasi.

Ditempat yang sama, Salah satu aktivitis dari Kordinator Lapangan (korlap) dari Koalisi Pemuda Kepulauan Buton (KPK-B) sekaligus kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Mursid sikancil, “Dalam mengawal kebijakan publik khususnya pemerintah, perlu adanya keselarasan aktivis dan wartawan, agar setiap aspirasi aktivis tersampaikan guna kelangsungan rakyat kecil”. Cetusnya pada wartawan

Lidik yang bergeming dan berorientasi pada ideologi peduli masyarakat kepton berujung tercetusnya nama forum dan presidium, pemantapan regulasi non pemerintah ke yang indisipliner agar bahu membahu antara aktivis dan pers kedepannya.

“Kita membuat bagaimana menyatuan gerak guna mengawal kebijakan yang tidak pro terhadap rakyat kecil, kita sadari bersama bahwa dibalik persatuan ada yang namanya kekuatan, olehnya itu saya berharap kedepan ada sebuah kolaborasi antara kekuatan wartawan dan aktivis, dimana wartawan dengan kekuatan penanya dan aktivis dengan gerakan massanya”, tutur Ketua Liga Mahasiswa Nasional Demokrasi (LMND) La Ode farhan

Hingga usai ditutupnya forum diskusi pukul 02.00 dinihari (23/12/2018), Nilai kerakyatan kembali patut diperjuangkan, menuntut para pemilik ideologis daerah yang nasionalis menjadi satu dalam kebersamaan merangkul rakyat dalam Forum Peduli Rakyat Kepulauan Buton (FPR-K).

Kontributor : Muhlis

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here