Penyalahgunaan Dana Desa oleh Kades Langori Dilimpahkan ke Kejari

Kolaka, Koransultra.com – Berkas Perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa penyalah gunaan anggaran Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) oleh Kepala Desa (Kades) Langori, Kecamatan Baula, Kabupaten Kolaka, tahun anggaran 2016/2017 telah dilimpahkan ke Kejari Kolaka.

Kasat Reskrim Polres Kolaka, AKP I Gede Pranata Wiguna SIK, mengungkapkan, berdasarkan surat dari Kejaksaan Negeri Kolaka dengan Nomor : B- 1288 /R.3.12/Ft.1/12/2018, tanggal 31 Desember 2018, bahwa berkas perkara Kades Langori dengan Nomor : BP/105/XII/2018/Reskrim, sudah dinyatakan lengkap P-21 berdasarkan hasil penyidikan.

IKLAN KPU

“Selanjutnya kami akan menyerahkan tersangka dan Barang Bukti (BB) atau tahap II ke pihak Kejari Kolaka,” katanya, Senin (31/12/2018).

Sebelumnya, Satuan Unit Reserse Kriminal Tindak Pidana Khusus  Polres Kolaka, menetapkan Kades Langori sebagai tersangka atas dugaan korupsi.

Berdasarkan Laporan Polisi LP/116/X/2018/Sultra/Res Kolaka, tanggal 06 Oktober 2018, dan Surat Perintah Penyidikan SP. SIDIK/155.a/X/2018/Reskrim, tanggal 06 Oktober 2018, berkas penyidikan dianggap lengkap.

Kades Langori diduga tidak memberikan atau melakukan pemotongan dana insentif atau honor terhadap BPD, LPM, Linmas, Tim Pelaksana Kegiatan, tenaga pendamping Desa, Pemuka Agama, Kader Posyandu dan pelaksana tekhnis keuangan, dan pemotongan terhadap upah kerja tukang dan buruh yang mengerjakan pembangunan infrastruktur Desa serta melakukan pemotongan dana Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) pada bulan Oktober 2018 lalu.

Selain itu, ia juga diduga melakukan manipulasi harga dengan pembelian material berupa semen dan kayu yang jumlah dalam laporan pertanggung jawaban tidak sesuai dengan fakta dilapangan.

Atas perbuatannya, kerugian negara ditaskir mencapai Rp407.373.370 juta.

Kontributor: Asri Joni

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here