ANDI FAHRUDDIN SH. MH, KEPALA KAJARI KOLUT

Lasusua, Koransultra.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Lasusua, Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), telah menghentikan penyidikan kasus dugaan korupsi Tenda Pramuka yang melibatkan oknum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Berdasarkan hasil audit, Badan Pemeriksa Keuangan Pemerintah (BPKP), tidak menemukan unsur kerugian negara.

“Kami sudah mengirimkan data, dan balasalan surat dari BPKP tidak menemukan unsur pelanggaran dan menilai kasusnya tak cukup bukti,” kata Kepala Kejari Kolut, Andi Fahruddin, Senin (7/1).

Sebelumnya, Kejaksaan telah melakukan penyidikan terhadap kasus tersebut dengan memanggil beberapa Kepala Sekolah untuk memberikan keterangan, termasuk dua orang dari pihak Dikbud Kolut inisial HM dan Manager BOS inisial JK.

kasus tersebut mencuat setelah pihak Kejaksaan mencium dugaan Mark Up didalam pembelian 70 tenda oleh pihak Sekolah dengan nilai Rp420 juta menggunakan dana BOS tahun anggaran 2017. Dimana, harga tenda yang dimasukkan perunitnya senilai Rp6 juta, dan diduga tidak sesuai dengan spesifikasi harga standar senilai Rp2 juta rupiah.

Untuk mempermudah proses penyidikan, pihak Kejaksaan melakukan perbandingan harga tenda di berbagai toko-toko online ternama di media sosial. Setelah itu, melakukan perincian harga.

“Kami sudah menanyakan hampir semua toko dan rata-rata harga tenda berkisar Rp2 juta lima ratus ribu diluar dari ongkos kirim dan biaya pajak. kalau kita pesan di Bandung, ongkirnya untuk sampai di kolut sekitar Rp3 jutaan. Jadi total semua biaya yang harus dikeluarkan sekitar Rp5 juta lebih,” jelasnya.

Andi juga mengatakan akan tetap melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut dengan mencari bukti baru.

“Untuk sementara kasusnya kami hentikan dulu sembari mencari bukti-bukti yang kuat,” tutupnya.

Kontributor : Fyank

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here