Meski Didemo Mahasiswa, Rektor Baru UMB Tetap Positif

Baubau, Koransultra.com – Aksi yang dilakukan puluhan massa didepan Kampus Universitas Muhammadiyah Buton (UMB) pada 10 januari 2019 lalu terhadap penolakan Wa ode Alzarliani sebagai Rektor Periode 2019-2022 dijadikannya sebagai kekuatan positif sebagaimana yang telah diamanatkan Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. H Lincolin Arsyad M. Sc PHd
khususnya dalam mengembangkan program pada
Perguruan Tinggi Muhammadiyah.

Jelasnya, “Senat menghasilkan 9 (sembilan) Bakal Calon Rektor, yang kemudian dikirim ke Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi tenggara guna pertimbangan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) melalui wawancara dan keluar lah 4 (empat) nama bakal calon Rektor, dan memang nama saya tidak ada dari wawancara itu”, Ketika ditemui Wartawan Koransultra.com diruangannya pada 12 Januari 2019 pukul 14.00 Wita.

Berdasarkan dasar pertimbangan aspek AIK, Pasal 21 ayat (1) Pedoman Pimpinan Pusat Muhammadiyah
(PPPM) No.02/ped/i.0/b/2012 senat Universitas mengadakan penjaringan sekurang-kurangnya 4 (empat) orang bakal calon Rektor.

“Itu bagian dari pertimbangan, kata pertimbangan bukan menyeleksi bakal calon Rektor hanya memberikan nilai dari hasil wawancara, menurut hemat saya, ketika kita memberikan pertimbangan berarti bukan menyeleksi, jadi kita hanya diberikan nilai, tidak sampai disitu statuta yang pedomankan didalam pasal”.

IKLAN KPU

Selanjutnya, Senat melakukan seleksi pemilihan Calon Rektor UMB berdasarkan surat Majelis DIKLITBANG PP Muhammadiyah no:1093/1.3/D/2018 statuta Ayat 5 PPPM
No.02/ped/i.0/b/2012 bahwa setiap anggota senat memilih 3 (tiga) nama dari bakal calon Rektor dan senat menetapkan 3 (tiga) nama yang memperoleh suara terbanyak. 30 Oktober 2018 yang lalu.

“Dilihat dari hasil pemilihan maka diperoleh 3 (tiga) besar berdasarkan perolehan suara yakni, Suriadi S.P,MM (14 suara), Wa Ode Alzariani S.P.M.M (11 Suara) dan Gawise S.pd (10 Suara), dibahaslah hasil pemilihan rektor oleh PWM Sultra, Majelis Dikti dan Pimpinan pusat Muhammadiyah dan pada keputusan direkomendasikan jabatan Rektor kepada saya periode 2019-2022”, Tuturnya.

“Demo saat itu bagi saya itu wajar, tidak perlu goyah
Kalau terkait demo itu wajar, Pro kontra itu wajar, ada saja orang tidak senang seratus persen, malah saya harus menambah dan menjaga pikiran positif karena bagi saya, apa yang menjadi amanat dari pimpinan pusat muhammadiyah yang sudah melantik saya sebagai rektor merupakan anugerah dalam menjalankan segala aturan dengan baik”.

Usai Pelantikan Rektor, Wartawan mencoba mengolah dan melakukan pengembangan informasi.

Hasil beberapa sumber, wartawan berhasil mengumpulkan informasi, bahwa (4) empat nama bakal calon rektor hasil Wawancara AIK oleh PWM Sultra dikirim ke Pusat namun dikembalikan, Kemudian Pimpinan Pusat Muhammadiyah (PPM) menginstruksikan Senat Universitas agar (9) sembilan daftar bakal calon rektor yang telah dihimpun masuk dalam pemilihan pemungutan suara sehingga keluar 3 (tiga) nama berdasarkan besar jumlah suara.

Statuta, PPPM No.02/ped/i.0/b/2012
Tentang
Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) pasal (8) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan salah satu dari 3 (tiga) orang calon Rektor, pasal 21 ayat (10) Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam keadaan tertentu dapat mengambil kebijakan lain tentang penetapan Rektor demi kemaslahatan Persyarikatan, Pasal (36)
Ketentuan Khusus ayat (1)
Pimpinan Pusat Muhammadiyah dapat mengambil kebijakan lain di luar pedoman ini demi kemaslahatan Persyarikatan.

Kontributor: Muhlis

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here