Pelantikan Rektor UMB Didemo Foto: Muhlis

Baubau, Koran sultra.com – Pelantikan rektor Universitas Muhammadiyah Buton (UMB) periode 2019-2022, Kamis (10/1), diwarnai demonstrasi puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Cabang Baubau, Gerakan Mahasiswa Pemerhati Kampus (GMPK) dan Barisan Orator Mahasiswa (BOM). Mereka menuntut rektor yang baru dilantik, Waode Alzarliani SP MM, agar dapat mengacu kepada AIK Provinsi Sulawesi.

IKLAN KPU

“Aksi dilatarbelakangi pada tanggal 28 September 2018 Pimpinan wilayah Muhammadiyah (PWM) Sultra mengeluarkan surat nomor 101/A/11.0/2018 perihal rekomendasi pertimbangan Al-Islam Kemuhammadiyaan (AIK) bakal calon rektor UMB yang dinyatakan lolos, Azaludin SE,MAK, Suriadi SP,MK, Dr.Syarifudin Bone,SH,MH.MSI, Syamsul bahari Bahar ST.M,T,” kata Kordinator lapangan IMM C Zulkifli, kepada wartawan (10/1/2019).

Selanjutnya, Senat melakukan seleksi pemilihan Calon Rektor UMB berdasarkan surat Majelis DIKLITBANG PP Muhammadiyah no:1093/1.3/D/2018 dan dari hasil pemilihan maka diperoleh peringkat 3 (tiga) besar berdasarkan perolehan suara yakni, Suriadi S.P,MM (14 suara), Wa Ode Alzariani S.P.M.M (11 Suara) dan Gawise S.pd (10 Suara), pada 30 Oktober 2018 yang lalu.

Kelompok aksi menyikapi, tidak lolos AIK yang kemudian dianulir kembali oleh PP Muhamadiyah sendiri menjadi Rektor UMB padahal menurut ketentuan aturan di isyaratkan dalam pedoman perguruan tinggi Muhammadiyah nomor : 02/PED/1.0/B/2012 harus dapat terpenuhinya AIK.

“Meminta Kepada PP Muhammadiyah agar kiranya dalam Proses Penetapan Rektor UMB periode 2018-2022 agar mengacu kepada AIK Provinsi Sulawesi Tenggara,” pungkasnya.

Kontributor: Muhlis

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here