ilustrasi

Lasusua, Koransultra.com – Ketua Komisi I, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Nasrullah Amri, menyoroti kinerja Pemerintah Daerah (Pemda) Kolut yang dinilai kurang mapan dalam merencanakan sesuatu.

Sorotan tersebut tertuju pada salah satu program Pemda yakni tanaman sela Talas Jepang yang dianggap gagal.

“Kita akui itu gagal karena faktor bencana. Jadi semua tanamannya mati,” kata Nasrullah kepada Koransultra.com beberapa waktu lalu.

Menurut Nasrullah, gagalnya program Talas Jepang ini dikarenakan kinerja Pemda tidak didahului suatu perencanaan yang matang.

“Yang jadi pertanyaan saya adalah, apakah Pemda tidak memiliki studi kelayakan untuk memulai suatu program. Karena kita tahu akan musim hujan, kenapa mesti ditempatkan disitu. Apalagi tempatnya dekat sungai serta pengairannya yang kurang memadai,” imbuhnya.

Persoalan gagalnya program tersebut akibat bencana lanjut Nasrullah, masih bisa ditolerir. Namun, bencana ini kata dia, dapat diprediksi ketika Pemda melaksanakan studi kelayakan.

“Jadi menurut saya, program ini outputnya bermasalah karena perencanaanya kurang matang,” katanya.

Nasrullah juga menilai, anggaran yang digelontorkan Pemda Kolut untuk membiayai program tersebut terkesan terbuang sia-sia.

“Kalau kita melihat dari sisi yang lain, sebenarnya tidak juga. Karena programnya terlaksana. Kalau dalam proyek itu ada Overmanya yang artinya ada sesuatu tidak rencanakan terjadi,” ujarnya.

Nasrullah hanya berharap agar kedepannya, Pemda melakukan program yang betul taktis dengan didahului studi kelayakan agar tidak berakibat buang-buang anggaran.

Sekedar informasi, tanaman sela Talas Jepang merupakan program Perkebunan Pemda Kolut untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang digagas pada tahun 2018 lalu. Luas pembibitan Talas Jepang kurang lebih 5 Hektar dengan jumlah bibit sekitar 100 ribu yang berada di ibu kota Kabupaten yakni Kecamatan Lasusua.

Pengadaan bibit Talas ini berasal dari dana CSR Bank Sultra sebesar 50 juta untuk 5 hektar. Sementara, Pemda Juga menganggarkan sebanyak 200 juta.

Kontributor : Fyank

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here