Fatahillah (kanan) dan Imran (kiri) usai melapor di Ditresrimum Polda Sultra.
Foto: La Ode Muh. Faisal (Penasultra.com)

Kendari, Koransultra.com – PT Bososi Pratama resmi melaporkan kasus dugaan pemalsuan surat ke Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra), Senin 28 Januari 2019.

Kuasa Hukum PT Bososi Pratama, Fatahillah yang didampingi Imran menuturkan, pihaknya telah melaporkan seorang oknum berinisial FR karena diduga menerbitkan Surat Perintah Kerja (SPK) dengan mengatas namakan PT Bososi Pratama.

“Yang mana SPK ini seolah-olah bahwa diterbitkan oleh PT Bososi, namun pada kenyataannya surat ini tidak pernah diterbitkan oleh PT Bososi,” ungkap Fatahillah kepada media ini usai melapor di Polda Sultra.

Ia menjelaskan, SPK palsu yang dibuat FR ini berisi perintah kepada PT Celebes Litho Jaya (CLJ) untuk melakukan eksplorasi di wikayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Bososi Pratama.

“Setelah dikonfirmasi kepada pihak PT Bososi, ternyata PT Bososi tidak pernah mengeluarkan surat ini,” bebernya.

Fatahillah menambahkan, FR diduga berani menerbitkan SPK palsu yang mengatas namakan perusahaan tambang yang beroperasi di Konawe Utara (Konut) itu dikarenakan FR merasa memiliki kedekatan emosional dengan pihak perusahaan.

Pihaknya memutuskan untuk mempilisikan FR yang juga berprofesi sebagai seorang Lawyer itu karena diduga memalsukan SPK yang berakibat pada kerugian perusahaan yang mencapai Rp500 juta.

“Jadi tidak hanya PT Bososi Pratama yang dirugikan, tapi juga PT CLJ yang seolah-olah mendapat SPK itu,” pungkasnya.

Kontributor: Azril

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here