Tambang galian C yang menyebabkan korban meningggal dunia Foto: Asri Joni

Rumbia, Koransultra.com – Misdar (25) warga Desa Ranokomea, Kecamatan Poleang Barat, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara tewas tertimpa longsoran pasir di Poleang Barat, Minggu (27/1/2019).

Saat itu ia tengah menambang pasir bersama dua orang rekannya. Kedua teman korban berhasil menyelamatkan diri, namun tidak dengan korban yang saat itu terhalang truk dan membuatnya tertimbun tanah.

Busra warga Desa Ranokomea menuturkan, korban awalnya bersama kedua rekanya melakukan penggalian pasir secara manual di Desa Ranokomea.

“Tiba-tiba kami mendengar ada suara teriakan dari rekan korban, jika korban tertimbun di belakang mobil damtruk saat sedang melakukan pemuatan pasir,” ujar Busra.

Mendengar suara teriakan, pihaknyapun berlari menghampiri sumber suara. ”Saat saya tiba ditempat, korban sudah tertindis reruntuhan pasir,” terangnya.

Korban akhirnya dilarikan ke rumah sakit terdekat. Korban dilarikan ke Puskesmas dengan menggunakan mobil Patroli Polsek Polbar.

Sayangnya, nyawa korban tidak dapat terselamatkan setelah sebelumnya mendapat perawatan medis.

Kepala Desa Ranokomea Iskandar Wase megatakan jika warganya tersebut merupakan kuli pengali pasir.

”Dia (korban red) pekerjaan kesehariannya adalah buruh penggali pasir dilokasi milik warga, Misdar menerima penghasilan dari bayaran sopir truk yang mengambil pasir,” terang Iskandar.

Kata Iskandar, tempat penggalian pasir tersebut memang beresiko akan longsor. Sebab, pasir selalu berjatuhan setiap harinya.

”Saya sudah menyarankan untuk berhati-hati dan jangan gegabah dalam bekerja ditambang pasir itu, apalagi sudah kedua kalinya terjadi korban meninggal dunia akibat longsurnya pasir juga,” katanya.

Saat ini pihak kepolisian sedang melakukan penyelidikan terkait tewasnya Misdar. ”Kasus ini sedang kami dalami,” ujar Kapolsek Poleang Barat Iptu Suhermin.

Kontributor : Asri Joni

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here