Tabrak Kepdir dan Juknis, Waras Kepton Demo PLN Baubau

Baubau,Koransultra.com – PT. PLN (Persero) Cabang Baubau didemo mahasiswa dari barisan Wahana Aspirasi dan Aksi Masyarakat (Waras Kepton) karena telah menciderai konstituen yakni menabrak Keputusan Direksi No 500 K//DIR/2013 Tentang penyerahan sebagian pelaksanaan pekerjaan kepada perusahaan lain sesuai Surat Edaran (SE) No 003.E/DIR/2014 tentang petunjuk teknis (Juknis) Pengadaan Barang/Jasa BAB VII Manajemen Pelaksanaan Perjanjian Kontrak

Koordinator lapangan (Korlap) Waras Kepton pada aksinya didepan Kantor PLN Cabang Baubau Jalan Kartini Kota Baubau, Kamis 31 januari 2019 (Sekitar pukul 10.00 Wita) dalam orasinya mengatakan, kami rasa ini adalah kelalaian besar dalam menjalankan konstituen yang telah di amanatkan oleh peraturan perundang-undangan”.

Lanjut orasi, oleh karenanya kegagalan pihak PLN ini terlihat dalam menjalankan juknis tersebut, kami beranggapan ada indikasi timbulnya Mark-Up pada pengelolaan keuangan khususnya proses pembayaran hasil kerja vendor yang tidak transparan yang mengulur waktu hingga berbulan-bulan bahkan sampai tahunan, lalu kemudian dikemanakan uang itu”.

Terlihat, salah seorang massa aksi pun sempat melempar telur kearah kantor PLN Baubau, tidak lama kemudian terjadi saling dorong antara petugas dari kepolisian Polres Baubau dengan massa aksi ketika pelaku pelemparan akan diamankan.

Saat ditemui wartawan, “Kami duga Modus ini sudah sangat lama mereka lakukan, karena kita cocokan antara isi surat kontrak dengan juknis jauh sekali perbedaan, terus kita juga dapat laporan kalau pembayaran hasil pekerjaan vendor selalu diulur-ulur, sehingga kami berpikir dana anggaran tersebut dikemanakan”, ucap korlap pada

Setelahnya, Para pendemo diajak hearing didalam Kantor PLN untuk bertemu Kepala Cabang tetapi yang ditemui adalah Asisten Manajer Yance Ferdinand, Wakil Kepala Cabang, namun belum menemukan titik terang sesuai juknis yang diaksikan.

Dikatakannya, Harusnya anggaran 2018 sudah selesai pembayarannya, tapi ini sudah masuk 2019 belum juga terbayarkan, parahnya lagi masih ada juga yang kami temukan pembayaran tahun 2017 pun juga belum terbayarkan.

“Saat kita hearing, kami rasa PLN memberikan jawaban dengan alasan yang tidak rasional, padahal faktanya jelas kalau kita lihat isi dalam kontrak antara pihak PLN dan vendor sangat jauh berbeda dengan juknis 2014,” pungkasnya.

Wartawan yang berada dilokasi mencoba mengkonfirmasi Kepala Cabang PLN Baubau namun tidak dibolehkankan masuk, salah satu petugas mengatakan, “Kepala Cabang nya lagi tidak berada ditempat”.

Kontributor : Muhlis

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here