Tampak IPTU Suhermin.SH ,Kapolsek Poleang Barat Ditengah Awrga Penambang Memberikan Penjelasan.   Foto Asri Joni

Rumbia, koransultra.com – Tempat pengambilan pasir manual di Desa Ranokomea yang dua hari sebelumnya telah dibuka,  akhirnya di tutup kembali kamis 7/02/2019.

Ditutupnya lokasi pengambilan pasir  ini akibat adanya tuntutan dari masyarakat yang mengatasnamakan Aliansi peduli masyarakat,  yang tidak setuju dengan kesepakatan yang telah dirapatkan pada beberapa hari yang lalu. 

Tampak IPTU Suhermin.SH ,Kapolsek Poleang Barat Ditengah Awrga Penambang Memberikan Penjelasan.   Foto Asri Joni

Seperti yang di ungkap Ukkas Muhamad SH ,koordinator lapangan(Korlap) dalam aksi ini yang berlangsung Pagi dini hari, menurutnya bahwa brosur hasil kesepakatan belum di tandatangani oleh beberapa pihak terkait, 

“Kami tidak setuju kalau pihak Pemerintah Desa mengijinkan pengambilan pasir,  sebelum di tandatangani oleh Pimpinan Perusahaan CV. AUM (Aneka Usaha Mandiri)” katanya. 

Tampak IPTU Suhermin.SH ,Kapolsek Poleang Barat Ditengah Awrga Penambang Memberikan Penjelasan.   Foto Asri Joni

Ukas pun menambahkan bahwa di duga lokasi pengambilan pasir di Desa Ranokomea ini tidak Masuk dalam IUP CV AUM. 

Iskandar Wase dalam keterangannya mengatakan bahwa hasil Rapat koordinasi Muspika(musyawarah pimpinan kecamatan), telah di sepakati bahwa harga pasir Rp ; 300.000/ mobil truk pada Minggu, 4/02/2019

“Hasil rapat yang menghadirkan unsur Pimpinan Kecamatan telah di sepakati, bahkan para sopir dan pemilik lahan serta buruh scop juga hadir dan menyetujui hasil rapat,  namun memang belum ditandatangani karena masih menunggu Andi Fadly.S.Achmad selaku pimpinan Cv AUM yang masih berada di luar daerah,  untuk menandatangani Surat kesepakatan bersama” jelasnya.

Iskandar menambahkan bahwa,  dibukannya pemuatan pasir karena permintaan masyarakatnya sebagai buruh pengumpul pasir dengan alat secop yang bergantung pendapatannya pada pekerjaan itu, 

“Saya selaku Pemerintah Desa merasa prihatin dengan keluhan warga yang meminta kebijakan untuk dibuka agar 80 orang warga dapat terpenuhi kebutuhannya sehari- hari, bahkan beberapa pemilik mobil pun meminta kebijakan agar dibuka sementara, sambil menunggu Pimpinan CV AUM” katanya lagi. 

IPTU Suhermin.SH Kapolsek Poleang Barat, dalam kapasitasnya menengahi dan memberikan saran serta pembinaan kepada beberapa warga dari daerah Boapinang Kecamatan Poleang yang ikut dalam aksi tuntutan ini, sehingga berjalan dengan damai dan kondusif dan terkendali. 

Kapolsek pun mengambil tindakan dengan menutup sementara lokasi penambangan pengambilan Pasir didusun Pompangi ini sesuai dengan permintaan warga sampai ada kesepakatan untuk di bukanya kembali.

Kontributor Asri Joni

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here