Tiga Barisan Aksi Kembali Tegaskan Presiden “Joko Widodo” Terkait Tambang Aspal Buton Dan Pemekaran Provinsi Kepton

Baubau, Koransultra.com – Tiga Barisan massa aksi dari Kepulauan Buton terdiri dari Barisan Orator Masyarakat Kepulauan Buton (BOM-Kepton), Barisan Intelektual Nasional (BIN), Barisan Pemuda Buton Kabarakati menegaskan kembali pemerintah pusat agar tidak melupakan apa yang telah dijanjikan, khususnya kepada masyarakat kepulauan buton dan kemudian tidak menimbulkan adanya tindakan paksa, dengan mencontohkannya pada gerakan pemberontakan yang pernah terjadi sebelumnya di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), seperti Organisasi Papua Merdeka, Gerakan Aceh Merdeka, apa lagi seperti yang terjadi di Provinsi Papua saat ini.

Saat ditemui wartawan Koransultra.com di salah satu kedai di Kota Baubau (08/02/2019 pukul 23:30 Wiita), La ode Muhammad Roziq Arifin biasa dipanggil La Ode Ama mengatakan “Kita sudah lakukan pergerakan, dinamika tambang aspal buton sudah menipis kontribusi dari pemerintah pusat dalam hal ini BUMN kepada masyarakat kepulauan buton, ini bisa menguntungkan pihak luar, kasihan masyarakat banyak manfaat yang tidak dapat mereka rasakan dari sumber daya alam nya sendiri”.

Lanjutnya, “Sehingga itu, maka kita semua masyarakat harus rebut kembali tambang aspal ini, jangan lagi dikelola diluar dari daerah kita sendiri, karena ini adalah warisan dari leluhur kita, kita kan sudah bisa kelola sendiri melalui perusahaan daerah, karena masyarakat ini butuh swakelola yang bisa bermanfaat bagi anak dan cucu mereka”.

Diketahui sebelumnya, sebanyak dua kali (dua hari yakni senin dan Rabu) pada bulan Januari 2019 lalu, aksi yang dilakukan oleh BOM-Kepton didepan Istana Presiden Republik Indonesia (RI), dimana menuntut kepada pemerintan pusat dalam hal ini Bapak Presiden Ir. Joko Widodo (Jokowi), pertama agar tambang Aspal Buton yang berada di Kabupaten Buton sepenuhnya di kuasai oleh perusahaan daerah (Perusda), dan yang kedua supaya pemekeran Kepulauan Buton (Kepton) menjadi Provinsi segera dilaksanakan.

“Jangan lagi hasil daerah kita dikuasai BUMN, ini sangat minim buat daerah, apa lagi bagi masyarakat lokal yang ingin merasakan sumber ekonomi, kalau ini tidak dikelola daerah maka masyarakat sama halnya di anak tirikan”, tambahnya.

Tiga Barisan Aksi Kembali Tegaskan Presiden “Joko Widodo” Terkait Tambang Aspal Buton Dan Pemekaran Provinsi Kepton

La Ode Ama bijak berpesan, “Mari kita mendoakan dan mendukung, kalau tidak ada kegiatan lain mari kita lakukan aksi, baik persoalan tambang aspal buton kita kembalikan pada perusahaan daerah, karena sangat minim sekali kontribusi pemerintah pusat dalam hal ini BUMN kepada masyarakat kepulauan buton, baik rumah sakit ataupun bidang pendidikan, tujuannya itu bagaimana masyarakat dapat ditunjang dalam segi ekonomi.”

Ketua BOM Kepton, sebelumnya ia telah mengucapkan terima kasih banyak kepada pemerintah pusat yang sudah mau mendengar dan menerima aspirasi, sesaat setelah massa pergerakan melakukan demonstrasi di depan istana presiden RI.

“Kemudian untuk Pemekeran Provinsi sudah tentu besar manfaatnya bagi masyarakat, apa lagi khususnya dari segi APBD itu pasti akan lebih besar masuk ke wilayah, beda ketika hanya masih berstatus daerah kota, artinya pemekeran ini akan lebih menunjang perkembangan daerah kepulauan buton disegala bidang, baik infrastruktur dibidang kesehatan, ekonomi, perikanan, pertanian, pariwisata, dimana tujuan fungsinya terjadi percepatan yang tepat untuk masyarakat”, tuturnya

“Semoga dua hari aksi yang kita lakukan bersama tiga barisan pergerakan dari kepulauan buton ini pemerintah pusat harus memberi bukti atas apa yang telah dijanjikan kepada seluruh masyarakat kepulauan buton”, pungkasnya.

Kontributor : Muhlis

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here