Bangunan Pasar tak Tuntas, Pedagang Pro Kontrak, Disperindag lakukan Penertiban

Raha, Koransultra.com -Gedung pasar sentral Laino Raha Kabupaten Muna, menelan anggaran puluhan miliar, pemerintah belum mengambil sikap menyelesaikan pembangunan tersebut.

Buktinya, para pedagang seperti ayam kehilangan induk, sehinga lapak mereka semerawut, bahakan menutupi akses kendaraan disetiap gang baik itu induk poros.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Muna, bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) telah melakukan penertiban.

“Pembongkaran akibat penambahan lapak sehinga menguasai jalan, ini sudah diputuskan dalam rapat bersama dengan para pedang, sehinga kami menindak lajuti, meski ada yang tidak sepakat,” ujar La Taha Plt Disperindag Jumat, 15 Februari 2019.

Pihaknya, banyaknya tenda yang terpasang yang menghalangi akses jalan sehinga kendaraan roda dua baik roda empat tidak bisa lewat.

“Dengan adanya pembongkaran juga mengantisipasi kebakaran, untuk akses mobil pemadam, bahakan sudah diuji cobaan melintas disetiap gaang,” beber

Datangnya aksi protes salasatu pedagang barang Andi mengatakan, mestinya penertiban disosialisasikan terlebih dahulu.

“Tiba- tiba adakan penertiban, perlu diketahui mesti pemerintah paham soal pasar, apalagi samapai detik ini pembangunan pasar belum kelar,” ujar.

Mirisnya lagi seorang pedagang beras Rani, menangis akibat dibongkar lapaknya sebalah.

“Semestinya ditunggu saya agar tidak dibongkaran salah-salah, harus tau aturan,” beber sambil mengisi.

Sementara itu Rano, pedangan sembako sepakat dengan pembongkaran kios yang menguasai jalan.

“Kita juga susah mebongkar barang mana jalan sudah sempit, bahakan saya mengambil barang mengunakan buruh lagi,” katanya.

Kontributor : Bensar

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here