Gedung PKK Kabupaten Muna yang terletak di samping Alun-Alun Kota

Raha, Koransultra.com – Pembagunan gedung Ntiarasi atau PKK Kabupaten Muna sudah putus kontrak. Kendati, pembangunan gedung representatif itu pengerjaannya masih dilanjutkan.

Bangunan PKK yang bersumber dari dana APBD Muna tahun 2018 tersebut seharusnya sudah dihentikan pengerjaannya. Sebab, kontrak rekanan dengan pemerintah telah usai.

Kepala Dinas Pekerja Umum (PU) Eddi Uga, sebelumnya mengatakan jika pekerjaan gedung PKK kontraknya sudah diputuskan.

“Jadi kami sudah putuskan kontraknya. Terhadap perusahaan. Sesuai waktu yang ditentukan,” ujar Kadis PU Muna, Eddi Uga, pada 20 Februari 2019.

Sayangnya, pernyataan Eddi Uga kontras. Berbeda dengan fakta dilapangan.

Faktanya, masih ada aktivitas para pekerja gedung PKK disana.

“Saya sudah sampaikan pada Kabid Cipta karya untuk mengecek lokasinya,” jawab Eddi saat diberitahu aktivitas para pekerja gedung saat ini.

Dengan putus kontraknya pekerjaan gedung itu kata Eddi, dapat menjadi bahan pengambilan keputusan.

“Putus kontraknya terhadap perusahaan tersebut. Saya kira akan menjadi bahan pengambilan keputusan,” katanya.

Pembangunan gedung nan megah itu terkesan tertutup. Kadis Pekerjaan Umum sendiri belum mengetahui berapa anggaran yang dihabiskan untuk membangun gedung itu.

Rekanan tidak memasang papan informasinya.

“Jadi saya belum tau total anggaranya. Kedepannya proyek harus memiliki papan informasi,” kata Eddi.

Berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) nomor 70 tahun 2012 dan Perpres nomor 54 Tahun 2010 tentang pengadaan barang dan jasa Pemerintah.

Pemberian kesempatan penyelesaian pekerjaan maksimal 50 hari kalender. Jika belum selesai PPK harus memutuskan kontrak dengan perusahaan tersebut. Demikian bunyi dari rujukan kontrak kerja sama itu.

Sedangkan pembangunan tersebut, sudah dicairkan anggaranya sesuai jumlah volume fisik 60 persen.

Kontributor: Bensar

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here