Wakatobi, Koransultra.com – Rombongan dari Komisi C DPRD Kabupaten Seram Bagian Barat, Provinsi Maluku, melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) pada Pemerintah Kabupaten Wakatobi pada Jumat (22/02).

Bertempat di Ruang Rapat Bupati lantai 2. Rombongan DPRD tersebut diterima langsung oleh Penjabat Sekda Wakatobi La Jumadin.

Rangkaian acara Kunjungan Kerja diawali dengan tukar plakat antara Pemerintah Kabupaten Wakatobi dan DPRD Seram Bagian Barat. Setelah itu pemutaran video selayang pandang Kabupaten Wakatobi.

Dilanjutkan pembahasan mengenai Potensi pariwisata Wakatobi. Penggelolaan Pajak yang bersumber dari APBN.

Penjabat Sekda Wakatobi Drs H La Jumadin dalam sambutannya mengatakan, pemerintah Wakatobi sangat menyambut baik kedatangan rombongan tersebut.

Hal itu dikarenakan pada kesempatan tersebut kedua belah pihak dapat saling bersinergi dengan Pemkab Wakatobi.

Selanjutnya dapat dimanfaatkan bagi kemajuan dan perkembangan di Kabupaten Wakatobi. Terkhusus pada Kabupaten Seram Bagian Barat, Provinsi Maluku pada umumnya.

Pj Sekda Drs H La Jumadin mengatakan, kunjungan kerja sejumlah anggota DPRD dari komisi C Seram Bagian Barat itu terkait beberapa hal. Diantaranya, mereka ingin mempelajari dan juga mengetahui tentang regulasi aturan yang diterapkan di Wakatobi soal regulasi pariwisata, pajak, perindustrian, dan juga perikanan.

“Ada beberapa item yang mereka akan pelajari di Wakatobi, yaitu soal regulasi pajak, pariwisata, perindustrian, dan juga perikanan,” ucapnya.

Lanjut dia, studi banding DPRD Seram Bagian Barat di Wakatobi itu sejatinya dapat dimaknai bahwa daerah ini telah menjadi salah satu tujuan percontohan daerah lain, dalam aspek-aspek tertentu.

“Perlu juga kita tahu bahwa pada aspek tertentu, misalkan soal pariwisata dan lain-lain, mendorong minat daerah lain datang, dan ingin mempelajarinya,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Seram Bagian Barat, La Maruf Tomia mengatakan tipe geografis wilayah Seram Bagian Barat dan Wakatobi tidak jauh berbeda, karena daerah kami 98 persen lautan dan dua persen daratan mirip dengan Wakatobi. Kendati kunjungan kerja dalam rangka studi banding tersebut merupakan untuk mengali hal-hal, yang belum dimiliki oleh Pemda Seram Bagian Barat.

“Dari segi usia kabupaten Seram Bagian Barat berdiri jadi daerah otonomi tahun 2004, dan itu sama dengan umur daerah Wakatobi. Untuk luas wilayahnya juga tidak beda jauh, Seram Bagian Barat luasannya sebesar 2 persen darat dan 98 persen lautnya,” katanya.

Sehingga dari kemiripan itu, lanjut dia, mereka ingin menggali potensi dan perkembangan Wakatobi, baik dari aspek pariwisatanya, perikanan maupun pengelolaan pajaknya, perindustrian dan UMKM.

“Dari segi potensi laut, kami Seram Bagian Barat memiliki itu. Hanya saja perkembangannya tak sama dengan di Wakatobi, dimana tadi kami lihat bahwa desain pariwisata Wakatobi luar biasa, kami pun inginkan demikian,” ucap putra darah Wakatobi itu.

Lanjut dia menjelaskan, sejatinya bukan pertama kalinya dirinya menginjakkan kaki di Wakatobi. Kendati kali ini dirinya membawa para sahabat-sahabatnya dari Komisi C DPRD Seram Bagian Barat untuk secara langsung melihat perkembangan kemajuan pariwisata Wakatobi.

“Saat itu saya datang dalam acara kegiatan di Wakatobi, dan alhamdulillah hari ini saya datang ke Wakatobi untuk yang kedua kalinya sekaligus pulang lihat kampung orang tua di Tomia,” ungkapnya.

Kontributor: Surfianto

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here