Baubau, Koransultra.com – Intensitas Politik di Pesta demokrasi diseluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) kian hangat, jelas Pemilihan Umum (Pemilu) pada 17 april 2019 sebagai kredibilitas Negara dalam menentukan para pemimpin bangsa. Pertarungan ini pun terlihat pada 50 hari kedepan.

“Walau berbeda pilihan, mesti kita bangun persaudaraan, walaupun kita hebat dengan kekuasaan ataupun bermacam lainnya, ini hanya sementara, tidak ada yang mengalahkan jiwa yang demokrasi, dan sudah pasti harus independen”, tutur Sekretaris Jenderal DPD PAN Kota Baubau LM Yamin Dabu ST saat diitemui (Rabu, 26/02/2019 pukul 16:10 Wita) sesat setelah silaturahmi bersama masyarakat

Mantan iktivis ini, secara terbuka melihat jiwa independen itu lebih mengarah pada ketenangan dan ketentraman. Lanjut Yamin, “Apa artinya yang kita lakukan, kalau saja demokrasi ini kita bungkam maka segala amanat hanya dijadikan panduan, tidak etis jikalau kita tidak padukan dengan jiwa independensi, apa lagi seorang pemimpin itu wajib, karena jelas pemimpin itu mejadi jembatan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat “.

Eksistensi Politik, mulai politik kekuasaan bahkan teknik politik dinasti pun adalah tuan guna pencapai puncak tujuan. Tidak sampai disitu saja, para kontestan mulai dari DPRD Tingkat II, DPRD Tingkat I, DPR RI, DPD dan Pilpres terus memberikan terapi politik demi kesejahteraan rakyat sebagai acuan yang tak asing kita lihat.

“Semua kita punya keterbatasan, kita tidak sempurna, kesempurnaan hanya milik Tuhan, tapi jangan lupa orang lain itu yang bisa membantu menutupi kekurangan kita, lalu bagaimana caranya, ini kan pertanyaan”,ucapnya

Seperti kita ketahui, Demokrasi merupakan sistem sosial dan politik pemerintahan dengan kekuasaan-kekuasaan pemerintah yang dibatasi hukum dan kebiasaan untuk melindungi hak-hak perorangan warga negara.

“Intinya rakyat itu utama, berjiwa independen jelas memiliki jiwa tenang, pastinya selalu disenangi, demokrasi itu saling melihat, melindungi, dan saling merangkul satu sama lain, dengan ikhlas bukan karena sebuah maksud sehingga tidak ada kutipan tertutup atau menutupi “, pungkasnya

Optimilisasi masyarakat dalam pesta politik terus dibangun, masih saja belum cukup. Jiwa demokrasi tanpa independensi bagai sayur tanpa garam, sangat hambar terasa. Meski demikian para politisi terus mengayuh sampan didaratan, tak terasa berat, lelah dan dahaga ‘haus’ demi bayang tujuan.

Kontributor : Muhlis

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here