Di Desa Jati Bali Konsel, Bayar Rp10 Ribu Makan Rambutan Sepuasnya

Konsel, Koransultra.com– Di Desa Jati Bali, Kecamatan Ranomeeto Barat, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) ternyata bukan hanya terkenal dengan kebudayaan khususnya seni tarinya, Pasalnya ditempat ini juga terdapat kebun rambutan dibawah kendali Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas Perkebunan Dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Ir.Sudarmin. MM selaku Kepala UPTD mengatakan bahwa ditempat ini pihaknya mempunyai banyak buah-buahan seperti rambutan, manggis, durian, mangga, tomat dan masih ada lagi yang lain. Luas dari tempat ini kurang lebih 11 Kilometer.

“Disini bisa kita makan rambutan sepuasnya dengan membayar Rp.10.000 dan kalau meninggalkan tempat ini bisa kita bawa pulang rambutan per kilonya dengan harga Rp. 5.000,”ujarnya kepada Koransultra.com ketika ditemui di ruang kerjanya pada Senin (04/03).

Ia melanjutkan bahwa tempat ini sudah berdiri pada tahun 1970 namun masih seperti hutan dan tepatnyabpada tahun 2005 dijadikanlah UPTD dibawah kendali Dinas Perkebunan Dan Hortikultura Sultra. Ditempat ini sebenarnya cukup seimbang bauh–buahan seperti antara buah rambutan dan durian, tapi karena rambutan lebih banyak buahnya dari pada durian dan buah-buahan jenis lain maka yang sangat nampak adalah rambutan.

“Rambutan berbuah setiap tahun dengan jumlah yang banyak dan lebih mendorong para wisatawan dari Kota Kendari dan tempat-tempat yang lain berkunjung kesini. Kalau durian sebenarnya banyak juga tapi kalau sudah musimnya banyak yang mencuri dibagian-bagian belakang sana jadi agak berkurang,”ungkapnya.

Alumni UHO ini juga menjelaskan bahwa pihaknya juga menerima siswa-siswa dari berbagai daerah seperti Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dari Kabupaten Konawe Selatan dan Kabupaten Bombana untuk melakukan praktek kerja lapangan ditempat ini.

“Kami juga dalam mengelola tempat ini keterbatasan tenaga tapi dengan adanya siswa-siswa yang melakukan praktek kerja industri disini kami bisa terbantu. Intinya saling menguntungkanlah, mereka bisa bekerja juga, mereka bisa belajar,”terangnya.

Pihaknya juga mengungkapkan tempat ini bisa menyumbangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD)
dan berkontribusi dalam pembangunan daerah. 
Pihaknya mendapatkan bibit dari Balai Penelitian Tanaman dari Jawa.

“Pada tahun 2018 lalu kami ditargerkan PAD hingga Rp.100 juta dan kita bersyukur angka itu bisa kita penuhi dengan melakukan penjualan hasil-hasil tanaman daa juga dari sektor wisata yang terus kita perbaiki dan perbaharui lagi kedepannya,”Ujarnya.

Pihaknya juga sedang melakukan perbaikan dan pembenahan untuk dijadikan tempat ini sebagai agrowisata.

“Kami sedang berproses untuk meningkatkan keindahan kebun ini terlebih juga kami memelihara bunga, tekhusus untuk buah-buahan rambutan kita berharap para pengunjung agar bisa lebih tertarik dan lebih banyak lagi yang datang ketempat ini,”pungkasnya.

Ditempat yang sama seorang pengunjung yang bernama zulaika mengatakan bahwa kebun rambutan ini tidak terlalu ramai dikunjungi padahal disini hanya modal Rp.10 ribu sudah bisa makan sampai puas.

“Saya datang bersama dengan tetangga saya, kalau sudah makan biasanya saya membeli 4 atau 5 kilo buat keluarga saya dirumah, kan jarang-jarang juga saya kesini bukan tiap minggu,”ungkapnya.

Ia katakan bahwa kalau mau maksimal makannya bisa dataang seminggu atau dua minggu lagi karena buah-buah rambutan belum semuanya matang. “Yang saya cari sebenarnya rambutan binjai tapi setelah saya cari –cari tadi sudah jarang yang ada, katanya penjaganya juga sudah jarang ada, mungkin tahun depan lagi adanya,”ujarnya.

Pantauan Koransultra.com kebun rambutan ini sangat luas dan dikelilingi oleh pohon-pohon rambutan yang cukup lebat. Pengunjung jika ingin menikmati rambutan harus bersedia untuk mendaki karena pohon berada di area berbukit. Pohon-pohon rambutan tidak terlalu tinggi hanya kisaran 4 hingga 10 meter.

Kontributor : Surfianto

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here