Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) Arsan Arsyad

Kendari, Koransultra.com – Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) Arsan Arsyad, mengecam serta mengutuk tindakan arogansi yang dilakukan oleh oknum Satpol-PP Provinsi Sultra.

Pasalnya, oknum Satpol-PP tersebut berlaga preman saat menghadapi para masa aksi saat berdemontran di Kantor Gubernur Sultra, Rabu (6/3/2019).

Demonstrasi yang yang berakhir bentrok itu, membuat sejumlah peserta aksi menjadi bulan-bulanan Satpol PP Pemprov Sultra. Beberapa diantaranya dikeroyok oleh sekelompok Satpol-PP hingga mengakibatkan beberapa peserta aksi terbaring lemas hingga dilarikan ke rumah sakit.

“Atas nama BEM Universitas Sulawesi Tenggara Mengecan dan Mengutuk keras atas tindakan yang dilakukan oleh oknum Satpol-PP. Kami sangat sayangkan prilaku aparat seperti ini. Harusnya mereka jangan main pukul. Disini juga semestinya ada peran dari Humas yang bisa memfasilitasi agar hal buruk seperti bentrok tidak terjadi,” ujar Ketua BEM Universitas Sulawesi Tenggara Arsan Asyad.

Untuk itu Arsan Arsyad meminta pihak kepolisian dalam hal Polresta Kendari untuk tidak main-main dalam mengusut pelaku penganiayaan terhadap massa aksi pengunjuk rasa tersebut.

Sebelumnya aksi tersebut berjalan damai. Namun ditengah perjalanan situasi mendadak memanas. Aparat kepolisian kemudian meminta para pendemo untuk bubar.

Melihat situasi yang kurang kondusif pendemo akhirnya dibubarkan secara paksa dengan menggunakan water cannon.
Masa pun akhirnya saling baku lempar dan kejar kejaran pun tak terhindarkan.

Sejumlah Satpol-PP yang ikut mengamankan aksi unjuk rasa ikut mengejar massa. Pendemo yang tertangkap langsung keroyok, dipukul menggunakan kayu hingga diinjak-injak.

Massa histeris dan memohon perlindungan polisi.
Meski sudah dalam perlindungan polisi, emosi Satpol-PP belum terkendali. Mereka terus menghampiri dan melampiaskan amarah pada pendemo dengan cara melakukan pemukulan.

Kapolres Kota Kendari Jemi Junaidi menuturkan, jika sesungguhnya polisi tidak ingin ada sentuhan fisik terjadi.

”Hanya saja para pendemo tidak mau mendengar arahan. Teman-teman tolong, bubarlah dengan aman. Kita tidak ingin ada hal yang tidak kita inginkan terjadi. Mari kita tertib,” ujar Kapolres saat meminta peserta aksi untuk membubarkan diri.

Kontributor : Dul/redaksi

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here