Raha, Koransultra.com – Peluang besar untuk investasi Kepiting bakau di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, rupanya satu kilo gram seharga Rp80 ribu.  

Habil Marati


Investor hadiri di Muna tentunya ada potensi Sumber Daya Alam (SDA) sektor Perikanan cukup melimpah, panjang bentang pesisir laut Muna merupakan sebuah Asset, jika dikelola dengan maksimal.

Investor tidak hadir begitu saja, tetapi sebelumnya telah melakukan penelitian. Sehinga dengan kadar garam sangat cocok untuk kepiting bakau. 

Kedatangan investor tersebut, dihadirkan oleh H Habil Marti, dengan tujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Investor ini hanya datang membeli hasil kepiting, dengan harga satu kilo Rp80 ribu. Sebab usaha budidaya kepiting prospeknya 30 tahun ke atas,” ujar Habil, Senin 18 Maret 2019 yang di dampingi Bupati Muna LM Rusman Emba, dalam kegiatan Musrenbang Kecamatan di Aula Gapampano kantolalo.

Untuk diketahui, kepenting baku merupakan jangka pendek, memerlukan waktu selama tiga bulan siap dipanen. Bayangkan kalau budidayakan kepiting dengan luas lahan tambak satu hektar bisa menghasilkan 50 ton.

” Ini peran Pemda, dan menjebatani teknologi, pasar dan proses produksinya. Tentu Pemda menyuplai benih terhadap petani kepiting,” cetusnya.

Sementara itu, La Kusa kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Muna mengatakan, secara teori wilayah yang ada di kecamatan Parigi Marobo, Kabawo, Kabangka, Napabalano, Towea dan Lasaelapa, merupakan petani kepiting bakau.

“Jadi pesisir di Muna semua berpotensi untuk usaha budidaya kepiting, apa lagi banyak tambak yang magrak, tinggal dimanfaatkan,” beber.

Kontributor : Bensar

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here