Panwascam Kolaka Lantik 106 PTPS

Kolaka, Koransultra.com – Menjelang Pemilihan umum tahun 2019, Pengawas Pemilu Kecamatan ( panwascam) Kolaka melantik sebanyak 106 pengawas tempat pemungutan suara (PTPS) diaula rumah adat kolaka ( 25/3/19).

Pelantikan dan pengambilan sumpah pengawas TPS dihadiri Ketua Bawaslu Kolaka Juhardin. Dalam sambutannya, berharap kepada seluruh pengawas TPS, dapat menjalankan tugas – tugas pengawasan pada proses pemungutan dan perhitungan suara dengan penuh tanggungjawab, sebagaiman bunyi dari fakta integritas yang diucapkan dan ditandatangani oleh pengawas TPS.

Sementara itu, Ketua Panwaslu Kecamatan Kolaka Muh Risal menjelaskan, jika pembentukan pengawas TPS dilakukan 23 hari sebelum hari H pemungutan atau perhitungan suara, yang akan bekerja selama satu bulan dan akan dibubarkan tujuh hari setelah proses pemungutan suara dilaksanakan. Dimana tugas pengawas TPS adalah memastikan proses persiapan dan pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara sesuai dengan mekanisme dan prosedur yg telah diatur dalam peraturan KPU No. 3 tahun 2019 tentang pemungutan dan perhitungan suara.

Selanjutnya kewajiban Pengawas TPS melaporkan hasil pengawasan pemungutan dan perhitungan suara kepada panwaslu kecamatan melalui pengawas kelurahan atau desa.

Pengawas TPS juga memiliki kewenangan dalam menyampaikan keberatan jika ditemukaan adanya dugaan pelanggaran atas kesalahan atau penyimpangan administrasi pemungutan dan perhitungan suara, serta menerima salinan berita acara dan sertifikat pemungutan dan perhitungan suara.

”Jadi selain mengawasi di TPS. pengawas TPS terlebih dahulu melakukan pengawasan saat pendistribusian surat undangan panggilan memilih untuk warga ( form C6 ),” katanya.

Menurutnya, keberadaan Pengawas TPS sangat dibutuhkan guna mengoptimalkan pengawasan di area TPS, sebab kondisi di TPS sangat rentan terjadinya pelanggaran, salah satunya penggelembungan suara oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, sehingga dengan keberadaan anggota pengawas TPS dapat mencegah terjadinya pelanggaran.

”Mereka merupakan ujung tombak pengawas pemilu, jadi harus bekerja secara profesional,” jelas Risal.

Sehingga, Lanjut Risal berharap agar anggota pengawas TPS dapat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya secara maksimal seperti apa yang diharapkan, dan selalu bekerja secara profesional dan memiliki integritas serta netralitas sebagai pengawas.

”Mereka adalah orang-orang pilihan jadi kita harapkan bisa bekerja dengan sebaik-baiknya,” harapnya.

Kontributor : Andi Hendra

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here