Pemdes Kalu-kaluku Kolut Genjot Ekonomi Masyarakat Lewat Program Pemberdayaan

Lasusua, Koransultra.com – Pemerintah Desa Kalu-kaluku, Kecamatan Kodeoha, Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), kini mulai fokus melakukan pembangunan melalui program disektor fisik maupun non fisik.

Melalui dana yang dikucurkan oleh pemerintah Daerah dan pusat, Pemdes Kalu-kaluku kini mulai menggenjot program pemberdayaan masyarakat.

Pejabat Sementara (PJ), Desa Kalu-kaluku Rony Bambang mengatakan untuk tahun anggaran 2019 pihaknya hanya fokus pada sektor pemberdayaan masyarakat Desa. Menurutnya, untuk program fisik hampir 80 persen telah direalisasikan oleh mantan Kades yang lalu.

“Kalau untuk fisik kami hanya melanjutkan saja sisanya,” ungkap Roni Bambang, beberapa waktu lalu.

Menurut Rony, program pemberdayaan masyarakat sangat perlu diprioritaskan. Sebab kata Roni, melalui program pemberdayaan mampu mendongrak ekonomi masyarakat.

“Alhamdulillah, baru-baru ini kita resmikan Motora (gerobak mesin) hasil dari inovasi Bumdes. Jadi Usaha Bumdes sekarang ada dua, Pertamini dan Motora” ujar Rony.

Rony mengungkapkan tujuan dengan adanya Motora tersebut selain untuk perbedayaan, alat tersebut dinilai mampu meningkatkan ekonomi masyarakat berbasis kelompok melalui Bumdes.

“Contohnya begini, kalau kita muat material pasir dengan harga Rp50.000. Jadi hasilnya nanti kita bagi. Ongkos operator sekitar Rp20. 000, Solar Rp10.000, dan Rp20.000 masuk di kas Desa,” jelas Rony.

Selain itu lanjut Roni, beberapa program pemberdayaan lainnya dalam dekat ini bakal direalisasikan.

“Kami rencana akan beli Terpal yang besar untuk tenda, agar masyarakat nantinya tidak usah lagi pergi jauh-jauh untuk sewa kalau ada acara yang sifatnya mendesak. Dan ongkos sewanya juga tidak membebani warga,” katanya.

“Insya Allah, kami juga akan membuat fasilitas lapangan bulu tangkis lengkap dengan warkop serta Wifi. Nantinya warga kalau datang main bisa langsung memesan minuman ataupun makanan,” tambah Rony.

Dikatakannya, program yang telah dilakukan ataupun sementara dalam perencanaan merupakan usulan dari masyarakat. Rony menilai, program yang dicanangkan oleh Pemdes sebelumnya belum terfokus pada sektor pemberdayaan. Selain itu beberapa peraturan Desa belum sepenuhnya berlaku.

“Kami juga sudah buat Perdes tentang penarikan retribusi bagi kendaraan tambang C yang melintas. Jadi dananya nanti kita masukkan ke kas Desa,” katanya.

Pemdes juga bakal menghidupkan kembali kegiatan Majelis Tahlim dan PKK yang berorientasi pada kemandirian warga.

“Selama ini kedua kegiatan itu agak vakum. Makanya kami akan hidupkan kembali. Dan untuk PKK kita akan buat kagiatan dasa wisma” ujar Rony.

Roni berharap dengan adanya program pemberdayaan ini, ekonomi masyarakat dapat meningkat melalui program yang akan direalisasikan. Sesuai dengan takeline “Aku bangga menjadi anak Desa. Dari Desa membangun Indonesia”.

“Kami juga berharap kepada masyarakat untuk bersama-sama mendukung program yang akan dicanangkan. Agar nantinya dapat bernilai ibadah serta meningkatkan taraf ekonomi masyarakat kita,” tutup Rony.

Kontributor : Fyan

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here